Cegah TPPO dan TPPM, Imigrasi Sibolga Edukasi Pelajar SMA Negeri 1 Sorkam

oleh -280 views

Keterangan Foto: Petugas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga memberikan edukasi tentang bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Migran (TPPM) kepada siswa SMA Negeri 1 Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (11/8/2026).

TAPANULI TENGAH (LN)– Upaya mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Migran (TPPM) terus dilakukan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga. Kali ini, edukasi menyasar generasi muda melalui sosialisasi di SMA Negeri 1 Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Sorkam, Selasa (11/8/2026), tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk membangun kesadaran pelajar agar tidak mudah terjebak dalam berbagai modus perdagangan orang maupun penyelundupan migran.

Sosialisasi dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti para siswa. Kegiatan dilaksanakan petugas Imigrasi pada Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikkim) yang dipimpin Penelaah Teknis Kebijakan, Manaor Pardede.

Materi sosialisasi disampaikan Junaidi Doloksaribu dengan membahas berbagai potensi ancaman TPPO dan TPPM, termasuk modus perekrutan yang memanfaatkan tawaran pekerjaan, penghasilan tinggi, hingga iming-iming kehidupan yang lebih baik di luar negeri.

Para pelajar juga diberikan pemahaman agar lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang berasal dari media sosial maupun jaringan pertemanan yang menawarkan pekerjaan atau keberangkatan ke luar negeri.

Kewaspadaan dinilai penting karena modus TPPO dan TPPM dapat berkembang mengikuti kemajuan teknologi. Pelaku dapat memanfaatkan platform digital untuk mencari calon korban, membangun kepercayaan, kemudian menawarkan pekerjaan atau perjalanan yang ternyata berujung pada eksploitasi.

Penelaah Teknis Kebijakan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga, Manaor Pardede, menegaskan bahwa edukasi kepada generasi muda merupakan bagian penting dari upaya pencegahan.

“Pelajar perlu memahami bahaya TPPO dan TPPM sejak dini. Jangan mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan ke luar negeri yang menjanjikan penghasilan besar, tetapi tidak jelas legalitas maupun prosedurnya,” ujar Manaor.

Menurutnya, masyarakat harus memastikan setiap proses keberangkatan ke luar negeri dilakukan melalui jalur resmi dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Informasi yang diterima dari pihak lain juga perlu diverifikasi sebelum mengambil keputusan.

“Jangan sampai keinginan untuk mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Guru Olahraga SMA Negeri 1 Sorkam, Sanggam Simanjuntak. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Antusiasme terlihat dari sejumlah siswa yang aktif mengajukan pertanyaan terkait modus TPPO dan TPPM serta langkah yang dapat dilakukan apabila menemukan indikasi perekrutan mencurigakan.

Melalui kegiatan ini, Imigrasi Sibolga berharap para pelajar tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga menjadi agen informasi di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Upaya pencegahan TPPO dan TPPM, kata Manaor, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Edukasi dan peningkatan literasi masyarakat menjadi salah satu kunci agar calon korban dapat mengenali tanda-tanda bahaya sejak awal.

“Semakin banyak masyarakat yang memahami modusnya, semakin kecil ruang bagi pelaku untuk menjalankan aksinya,” ujarnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *