Kantor Imigrasi Sibolga Edukasi Pelajar SMK Negeri 1 Manduamas Cegah TPPO dan Penyelundupan Manusia

oleh -14 views

KETERANGAN Foto :Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga terus memperkuat upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) melalui edukasi kepada generasi muda.

Tapanuli Tengah (LN) – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga terus memperkuat upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) melalui edukasi kepada generasi muda. Salah satunya diwujudkan dengan menggelar sosialisasi di SMK Negeri 1 Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus kewaspadaan para pelajar terhadap berbagai modus perdagangan orang dan penyelundupan manusia yang kini semakin beragam, khususnya yang menyasar kalangan remaja dan masyarakat usia produktif melalui iming-iming pekerjaan atau pendidikan di luar negeri.

Kepala SMK Negeri 1 Manduamas, Ganda Tua Hutagalung, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, edukasi sejak dini sangat penting agar para siswa memiliki bekal pengetahuan untuk mengenali serta menghindari berbagai bentuk kejahatan perdagangan orang.

Sementara itu, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga, Sujarmono Simamora, saat membuka kegiatan mengingatkan para peserta agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja maupun keberangkatan ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi.

“Kewaspadaan dan pemahaman terhadap aturan keimigrasian menjadi benteng utama agar masyarakat tidak menjadi korban TPPO maupun TPPM,” pesannya.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Johannes Lumbantoruan, Pemeriksa Keimigrasian Pemula Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pengertian TPPO dan TPPM, berbagai modus operandi yang kerap digunakan pelaku, dampak yang ditimbulkan bagi korban, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat.

Selain itu, para siswa juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya memiliki dokumen perjalanan yang sah serta mengikuti seluruh prosedur resmi apabila ingin bekerja, magang, maupun melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi diskusi dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar prosedur keimigrasian, mekanisme pembuatan paspor, hingga cara mengenali dan menghindari penipuan berkedok penawaran kerja di luar negeri.

Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga berharap para pelajar tidak hanya memahami bahaya TPPO dan TPPM, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran generasi muda, diharapkan upaya pencegahan terhadap perdagangan orang dan penyelundupan manusia dapat dilakukan secara lebih efektif.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga, pihak SMK Negeri 1 Manduamas, dan seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam memerangi TPPO dan TPPM melalui edukasi dan kolaborasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *