Mengenal Situs Bongal, Kelompok KKN XI STIE AL-Washliyah Kunjungi Museum Fansuri

oleh -1,491 views
Keterangan Foto : Mahasisiwa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AL-Washliyah Sibolga -Tapteng Kuliah Kerjanyata kelompok XI Desa Gunung Marijo, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara. Kunjungi Museum Fansuri Situs Bongal yang berlokasi di Desa Jago-jago Kecamatan Badiri. Guna menambah ilmu pengetahuan serta pengalaman dibidang sejarah, pada Rabu (29/01/2025) pagi.

Tapteng (LN) – Mengenal Situs Bongal, Artefak Dunia Islam Tertua di Sumatera Utara. Mahasisiwa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AL-Washliyah Sibolga -Tapteng Kuliah Kerjanyata kelompok XI Desa Gunung Marijo, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara.

Kunjungi Museum Fansuri Situs Bongal yang berlokasi di Desa Jago-jago Kecamatan Badiri. Guna menambah ilmu pengetahuan serta pengalaman dibidang sejarah, pada Rabu (29/01/2025) pagi.

Ketua KKN Kelompok XI Agus Tambunan mengatakan, Museum Fansuri Situs Bongal ini menjadi kekayaan Sejarah Peradaban dan Budaya di Tapteng.

“Dan tugas kita sekarang bagaimana mempromosikannya lebih luas lagi hingga wisatawan manca Negara apalagi di eradigita ini jadi lebih mudah untuk mempublikasikannya ke Publik,” ujarnya.

Dirinya berharap,semoga apa yang kita lakukan ini bisa menarik perhatian wisatawan untuk dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Museum Fansuri ini.

Sebelumnya, Dosen Pembimbing Lapangan(DPL) Azriadi Tanjung SE,MM didamping indra Setiawan Hutabarat,SE,MM menyampaikan, ini merupakan kegiatan Bidang Pendidikan dan Kebudayaan yang ada dikelompok KKN XI Desa Gunung Marijo, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara.

“ Ini salah satu program mereka dalam hal menambah ilmu pengetahuan di bidang sejarah di Museum Fansuri Situs Bongal ini, dan tidak hanya pengabdian masyarakat yang dilaksanakan,” katanya.

Dirinya juga menambahkan, para Mahasiswa kampus yang sedang melakukan KKN juga melakukan Monitoring atau kegiatan pengawasan untuk mengumpulkan data baik dibidang ekonomi, Sumberdaya manusia serta mengukur kemajuan dan memantau perubahan yang ada di Daerah KKN tersebut guna menambah informasih baru dan pemahaman di bidang sejarah daerah tersebut.

“ Di Museum Fansuri Situs Bongal ini, Selain keragaman asalnya, materia artefak yang ditemukan masyarakat Jago-jago juga menunjukkan keragaman bahannya antara lain tembikar, keramik, batu, kayu, dan berbagai jenis logam (Emas, Perak, Timah, Tembaga, Dan Perunggu) yang di gunakan pada masanya,” tuturnya.

Dirinya berharap, Museum Fansuri ini bisa terpublikasi hingga keseluruh manca negra dunia agar para wisatawan berkunjung ke Wilayah Tapanuli Tengah ini. Dan semoga ilmu yang kita dapat di Situs Bongal ini bisa menambah wawasan para mahasiswa yang sedang melakukan Kunjungan kerja KKN di Desa Jago-jago Kecamatan Badiri.(st/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *