Perangkap Digital : Judi Online dan Kehidupan yang Terpuruk

oleh -408 views

“Soft News/Feature”

Anugerah Jurnalistik Kominfo 2024.

Malam itu, zag (nama samaran) duduk diam di depan layar komputer, jantungnya berdegup cepat. Dengan klik sederhana, ia telah memasang taruhan terakhirnya. Hanya dalam hitungan detik, saldo di akun judi onlinenya ludes. Ini bukan kali pertama, dan kemungkinan besar, bukan yang terakhir.

Zag hanyalah satu dari banyak orang yang terjebak dalam fenomena judi online. Berawal dari rasa penasaran, ia terus tergoda untuk “bermain sekali lagi” dengan harapan besar akan kemenangan yang selalu tampak tak terjangkau.

Judi online kini menjadi fenomena yang menyebar cepat, terutama di kalangan anak muda. Dengan teknologi yang semakin canggih, akses ke situs judi semakin mudah. Tidak ada lagi dinding kasino yang tertutup rapat; sekarang, hanya dibutuhkan ponsel dan koneksi internet untuk berjudi.

Sayangnya, dampaknya sangat menghancurkan. Seorang psikolog, dr. Rini Utami, mengungkapkan bahwa kecanduan judi online tak hanya menguras dompet, tetapi juga kesehatan mental. “Ketika seseorang kalah dalam perjudian, mereka cenderung merasakan stres, kecemasan, bahkan depresi. Kecanduan judi juga bisa memicu masalah interpersonal, seperti kehancuran rumah tangga dan hubungan sosial yang terganggu,” ungkapnya.

Meningkatnya kecanduan judi online juga menjadi tantangan bagi pemerintah dan aparat penegak hukum. Meski berbagai undang-undang telah dibuat untuk menutup akses judi ilegal, kenyataannya, para pelaku masih dengan mudah dapat menemukan cara baru untuk menghindari deteksi. (Sukriadi Tanjung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *