Bank Indonesia Sumut Berangkatkan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2022

oleh -1,496 views

Keterangan foto : Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut dan Forkopimda Kota Sibolga/ Kab Tapteng diabadikan bersama Pejuang Rupiah Bank Indonesia pada pelepasan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat dari Pelabuhan Nusantara Pelindo Sibolga

Sibolga – Dengan menggunakan armada KRI Teluk Kendari-518, Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2022 secara resmi diberangkatkan dari Pelabuhan Nusantara, Pelindo I Sibolga, Jalan Horas pada Kamis (10/3) pukul 17.45 WIB.

Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2022 tersebut akan menjejal empat pulau terluar di pantai barat Sumut meliputi Pulau Tello, Pulau Tanahmasa, Pulau Tanahballa dan Pulau Simuk. Ekspedisi ini akan berlangsung selama 5 hari terhitung dari tanggal 10 sampai dengan 15 Maret 2022.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Doddy Zulverdi didampingi Kepala KPw Bank Indonesia Sibolga Aswin Kosotali kepada awak media menjelaskan bahwa kegiatan ekspedisi Rupiah Berdaulat tersebut sudah berjalan sebanyak 76 kali dan telah mengunjungi 399 pulau terdepan, terpencil dan terluar (3T) sejak tahun 2011.

Dan untuk tahun 2022, Bank Indonesia bekerjasama dengan TNI angkatan Laut bersepakat memperluas jangkauan layanan kas keliling dengan program yang lebih terpadu. Untuk tahun 2022 ini, akan dilaksanakan kegiatan kas keliling untuk wilayah kepulauan 3T sebanyak 16 kali di 16 provinsi dengan target 81 pulau yang dikunjungi.

Masih kata Doddy. Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan rupiah sebagai alat tukar yang sah dan layak edar di pulau-pulau terluar Indonesia. Tidak hanya itu, melalui program ini, masyarakat Indonesia khususnya di wilayah 3T semakin tertanam rasa nasionalismenya terhadap NKRI dan cinta, bangga dan paham rupiah.

Kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini dilaksanakan dengan melibatkan Pejuang Rupiah (Pegawai Bank Indonesia) dari 14 kantor perwakilan dan didukung penuh oleh Departemen Pengelolaan Uang (DPU) sebagai satuan kerja yang membawahi pengelolaan uang rupiah secara nasional.

Salah satu faktor pendorong dilaksanakannya program Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini adalah ketiadaan pelayanan perbankan di pulau-pulau terluar Indonesia. Keberadaan rupiah di pulau 3T tersebut selama ini berasal dari transaksi yang terjadi antar warga atau kunjungan warga antar pulau. Kualitas rupiah yang ada pada pulau terluar tersebut sangat buruk dan tidak layak edar sama sekali.

Bank Indonesia mengakui, untuk saat ini belum akan membuka kantor perwakilan Bank Indonesia di pulau – pulau kategori 3T tersebut mengingat jumlah dan sebaran penduduknya sangat kecil. Skala ekonomi juga menjadi faktor penting lainnya. Maka, pendekatan yang dapat dilakukan saat ini adalah melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat.

“Jika pada suatu hari nanti, faktor skala keekonomiannya sudah masuk (terpenuhi-red), maka tidak tertutup kemungkinan perbankan akan masuk dan mendirikan kantor perwakilan atau kantor cabang disana,” ujar Doddy.

Meskipun berada di garis terluar Indonesia, Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara belum menemukan adanya peredaran mata uang asing di pulau-pulau 3T untuk wilayah pantai Barat Sumatera Utara. Hal ini bisa dikarenakan pulau-pulau tersebut tidak berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Turut hadir dalam pelepasan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2022 ini diantaranya Danrem O23/KS, Kolonel Inf. Febriel Buyung Sikumbang. Paban IV Dukops DAN Doktrin Sopsal Kolonel Mar Suliono. Wakil Walikota Sibolga Pantas M Lb.Tobing. Wakil Bupati Kab. Tapteng Darwin Sitompul. Kepala Kpw Bank Indonesia Sibolga Aswin Kosotali. Kapolres Sibolga AKBP Taryono Raharja serta seluruh unsur pimpinan daerah Sibolga dan Tapanuli Tengah.(ril)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *