
Keterangan Foto: Bakhtiar Ahmad Sibarani, mantan Bupati Tapanuli Tengah periode 2017–2022, dinilai memiliki rekam jejak pembangunan dan kepedulian sosial yang menjadi pertimbangan untuk kembali memimpin Tapteng.
PANDAN, (LN)— Rekam jejak pembangunan dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi alasan Amin Jemayol menilai Bakhtiar Ahmad Sibarani layak kembali memimpin Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Menurut Amin, pengalaman Bakhtiar saat menjabat sebagai Bupati Tapteng periode 2017–2022 menjadi salah satu modal penting untuk melanjutkan pembangunan daerah. Ia menilai, seorang pemimpin harus mampu mengambil keputusan dan menunjukkan hasil kerja yang nyata bagi masyarakat.
“Tapanuli Tengah membutuhkan pemimpin yang berani mengambil keputusan, bukan sekadar berwacana. Bakhtiar sudah memiliki rekam jejak yang bisa dinilai masyarakat,” ujar Amin.
Ia menyebut sejumlah pembangunan pada masa kepemimpinan Bakhtiar, di antaranya Jembatan Al-Fansuri di Barus, revitalisasi Alun-alun Kota Pandan, peningkatan akses jalan, pembangunan jembatan, serta perbaikan saluran irigasi di sejumlah wilayah.
Menurut Amin, pembangunan infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di kawasan pedesaan.
Selain infrastruktur, perhatian terhadap sektor pendidikan juga menjadi sorotan. Pemberian beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu dinilai sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Tapteng.
Kepedulian Sosial Setelah Tak Menjabat
Amin juga menyoroti kepedulian Bakhtiar terhadap masyarakat setelah masa jabatannya berakhir. Ia mencontohkan pengerahan alat berat untuk membantu normalisasi Sungai Aek Sirahar sebagai upaya mengurangi ancaman banjir, serta penyaluran bantuan sembako bagi warga terdampak.
Kepedulian tersebut, menurut Amin, juga ditunjukkan kepada masyarakat di Kecamatan Tukka, Badiri, hingga Sibabangun.
Baginya, pengabdian kepada masyarakat tidak semestinya berhenti ketika seseorang tidak lagi menduduki jabatan pemerintahan. Konsistensi dalam membantu warga dan perhatian terhadap persoalan daerah menjadi bagian dari penilaian terhadap seorang tokoh.
“Bakhtiar Ahmad Sibarani telah menunjukkan kepeduliannya, baik ketika menjabat maupun setelah tidak lagi menjabat. Karena itu, saya menilai beliau layak dan pantas untuk kembali memimpin Kabupaten Tapanuli Tengah,” tegas Amin.
Ia berharap pengalaman pemerintahan, rekam jejak pembangunan, serta kepedulian sosial menjadi pertimbangan dalam menentukan sosok pemimpin yang mampu menjawab tantangan Tapteng ke depan.
Dukungan yang disampaikan Amin tersebut menjadi bagian dari dinamika aspirasi masyarakat mengenai kepemimpinan daerah. Sementara itu, penilaian terhadap capaian pembangunan dan program ke depan tetap perlu didasarkan pada data, rekam jejak, serta kebutuhan masyarakat Tapanuli Tengah.(*)






