Dasindo Kukuhkan Tujuh Pelatih dan Asisten Pelatih di Sibolga, Mudin Pasaribu Targetkan Cetak Pesilat Berprestasi

oleh -277 Dilihat

Keterangan Foto: Ketua PB Dasindo Indonesia Mudin Pasaribu bersama jajaran pengurus, pelatih dan asisten pelatih usai pengukuhan di Pelabuhan Anggar Sibolga, Minggu (4/10/2026).

SIBOLGA, topiksumut.id – Pengurus Besar (PB) Dasindo Indonesia mengukuhkan tujuh pelatih dan asisten pelatih di Kota Sibolga, Sumatera Utara,Senin (5/10/2026).

Pengukuhan ini menjadi bagian dari langkah Dasindo memperkuat sistem pembinaan pencak silat sekaligus menyiapkan sumber daya pelatih yang mampu mencetak pesilat berprestasi dan berkarakter.

Kegiatan yang digelar di Pelabuhan Anggar Sibolga tersebut dihadiri Ketua PB Dasindo Indonesia, Mudin Pasaribu, Sekjen PB Dasindo Indonesia M. Natsir, S.Ag., M.Pd., Selaku ahli waris Bobby Akbar Lubis, anak dari almarhum guru besar Dasindo,Pembina Dasindo Nurdin Z, Ketua PD Dasindo Sibolga Sofyan Sikumbang, Sekjen PD Dasindo Sibolga Zaid Irsyah, serta jajaran pengurus dan keluarga besar Dasindo.

Dalam pengukuhan tersebut, tiga pesilat ditetapkan sebagai pelatih, yakni Ricky Hutabarat, Yudi Arifiansyah dan Ferawati Situmorang, yang masing-masing merupakan pemegang sabuk cokelat.

Sementara empat lainnya dikukuhkan sebagai asisten pelatih, yakni Rendy Zuhri Hutabarat, Michael Aries Hia, Ayen Dito Putra Ndruhu dan Julianus Zai. Michael Aries Hia, Ayen Dito Putra Ndruhu dan Julianus Zai merupakan pemegang sabuk biru.

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh jajaran Pewaris Dasindo, yakni Ketua PB Dasindo Indonesia Mudin Pasaribu bersama Sekjen PB Dasindo Indonesia M. Natsir, S.Ag., M.Pd., Pembina Dasindo Nurdin Z, Ketua PD Dasindo Sibolga Sofyan Sikumbang dan Sekjen PD Dasindo Sibolga Zaid Irsyah.

Pengukuhan tersebut turut disaksikan perwakilan Dewan Sabuk Hitam, Sofian Sulastra Silitonga, serta pemerhati insan silat MY Jufri Tanjung.

Ketua PB Dasindo Indonesia, Mudin Pasaribu, menegaskan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi merupakan amanah untuk memperkuat pembinaan dan melahirkan pesilat yang mampu bersaing di berbagai tingkatan kejuaraan.

Menurutnya, pelatih dan asisten pelatih memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pembinaan atlet. Mereka tidak hanya dituntut menguasai teknik bela diri, tetapi juga harus mampu membentuk mental, kedisiplinan, sportivitas dan karakter para pesilat.

“Pengukuhan ini bukan hanya seremoni, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab besar. Kami berharap para pelatih dan asisten pelatih mampu menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, meningkatkan kualitas pembinaan, serta melahirkan pesilat yang berprestasi dan memiliki karakter yang kuat,” ujar Mudin.

Ia mengatakan, Dasindo akan terus memperluas pembinaan pencak silat, khususnya di kalangan generasi muda. Menurutnya, pencak silat tidak hanya menjadi olahraga bela diri, tetapi juga sarana membentuk disiplin, mental tangguh, rasa percaya diri dan persaudaraan.

Mudin juga menargetkan para pelatih yang baru dikukuhkan mampu bekerja bersama pengurus untuk menjaring dan membina bibit-bibit pesilat potensial dari Kota Sibolga dan sekitarnya.

“Target kita jelas, kita ingin mencetak pesilat berprestasi yang mampu bersaing mulai dari tingkat daerah, provinsi hingga nasional. Tetapi prestasi bukan satu-satunya ukuran. Kita juga ingin melahirkan pesilat yang berkarakter, disiplin, berintegritas dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pencak silat,” tegasnya.

Ia berharap keberadaan tujuh pelatih dan asisten pelatih tersebut dapat memperkuat proses latihan dan pembinaan di tingkat daerah, sehingga semakin banyak atlet muda yang memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.

Sementara itu, Ketua PD Dasindo Sibolga, Sofyan Sikumbang, bersama jajaran pengurus diharapkan terus memperkuat koordinasi organisasi dan memastikan program pembinaan berjalan secara berkelanjutan.

Dengan bertambahnya tenaga pelatih dan asisten pelatih, Dasindo Indonesia optimistis pembinaan pencak silat di Kota Sibolga semakin solid dan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional.

Adapun tujuh pelatih dan asisten pelatih yang dikukuhkan yakni:
Ricky Hutabarat – Pelatih, sabuk cokelat.
Yudi Arifiansyah – Pelatih, sabuk cokelat.
Ferawati Situmorang – Pelatih, sabuk cokelat.
Rendy Zuhri Hutabarat – Asisten pelatih.
Michael Aries Hia – Asisten pelatih, sabuk biru.
Ayen Dito Putra Ndruhu – Asisten pelatih, sabuk biru.Julianus Zai – Asisten pelatih, sabuk biru.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *