Ahli Waris Guru Besar Dasindo Bobby Akbar Lubis Dorong Regenerasi Pesilat di Sibolga

oleh -260 Dilihat

Keterangan Foto: Ahli waris almarhum Guru Besar Dasindo, Bobby Akbar Lubis, bersama jajaran pengurus, pelatih dan asisten pelatih usai pengukuhan di Pelabuhan Anggar Sibolga, Minggu (4/10/2026).

SIBOLGA, LN – Ahli waris almarhum Guru Besar Dasindo, Bobby Akbar Lubis, menegaskan pentingnya regenerasi untuk menjaga keberlanjutan pembinaan pencak silat Dasindo di Kota Sibolga.
Hal itu disampaikan Bobby Akbar Lubis usai menghadiri pengukuhan tujuh pelatih dan asisten pelatih Dasindo di Pelabuhan Anggar Sibolga, Minggu (4/10/2026).
Menurut Bobby, pengukuhan pelatih dan asisten pelatih bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi bagian penting dalam meneruskan pembinaan dan nilai-nilai Dasindo kepada generasi muda.
Ia menilai keberadaan pelatih yang memiliki kemampuan dan dedikasi sangat dibutuhkan untuk memastikan pembinaan pesilat berlangsung secara berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah bagaimana pembinaan ini terus berjalan dan regenerasi tidak terputus. Pelatih yang dikukuhkan hari ini memiliki tanggung jawab untuk membina generasi berikutnya,” ujar Bobby.
Sebagai ahli waris almarhum Guru Besar Dasindo, Bobby mengatakan semangat yang harus dijaga bukan hanya soal kemampuan bertanding, tetapi juga nilai-nilai yang terkandung dalam pencak silat.
“Pencak silat bukan hanya tentang fisik dan pertandingan. Ada disiplin, mental, sportivitas, persaudaraan dan pembentukan karakter. Nilai-nilai inilah yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” katanya.
Bobby berharap para pelatih dan asisten pelatih yang baru dikukuhkan dapat menjadi ujung tombak pembinaan di Kota Sibolga serta mampu menemukan bibit-bibit pesilat potensial.
Ia juga mendorong agar pembinaan dilakukan secara konsisten sehingga para pesilat tidak hanya mampu berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga dapat menembus kejuaraan tingkat provinsi hingga nasional.
“Kita berharap dari pembinaan ini lahir pesilat-pesilat yang berprestasi, tetapi tetap memiliki akhlak dan karakter yang baik. Prestasi penting, namun nilai-nilai Dasindo juga harus tetap dijaga,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, tujuh pelatih dan asisten pelatih dikukuhkan. Tiga orang ditetapkan sebagai pelatih, yakni Ricky Hutabarat, Yudi Arifiansyah dan Ferawati Situmorang, yang merupakan pemegang sabuk cokelat.
Sementara empat lainnya dikukuhkan sebagai asisten pelatih, yakni Rendy Zuhri Hutabarat, Michael Aries Hia, Ayen Dito Putra Ndruhu dan Julianus Zai. Michael Aries Hia, Ayen Dito Putra Ndruhu dan Julianus Zai merupakan pemegang sabuk biru.
Pengukuhan tersebut dihadiri Ketua PB Dasindo Indonesia Mudin Pasaribu, Sekjen PB Dasindo Indonesia M. Natsir, S.Ag., M.Pd., Pembina Dasindo Nurdin Z, Ketua PD Dasindo Sibolga Sofyan Sikumbang, Sekjen PD Dasindo Sibolga Zaid Irsyah, perwakilan Dewan Sabuk Hitam Sofian Sulastra Silitonga, serta pemerhati insan silat MY Jufri Tanjung.
Bobby menambahkan, keberadaan generasi muda menjadi kunci bagi masa depan Dasindo. Karena itu, ia berharap pembinaan terus diperluas dan dilakukan dengan pendekatan yang mampu menarik minat anak-anak muda untuk menekuni pencak silat.
“Kita ingin Dasindo tetap hidup, berkembang dan terus melahirkan generasi penerus. Apa yang sudah dibangun oleh para pendahulu harus kita jaga dan kita teruskan,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *