Lindungi Generasi Muda, Sosialisasi TPPO dan TPPM Digelar di SMA Negeri 1 Barus

oleh -44 views
Keterangan Foto : SOSIALISASI TPPO DAN TPPM DI SMA NEGERI 1 BARUS, SISWA DIBEKALI EDUKASI CEGAH KEJAHATAN LINTAS NEGARA.
Tapanuli Tengah, Rabu 29 April 2026 ( LN)— Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga menggelar sosialisasi bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) kepada para siswa SMA Negeri 1 Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (29/4).
Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran hukum generasi muda terhadap ancaman kejahatan lintas negara yang kini semakin beragam dan kerap menyasar pelajar.
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKIM) Kantor Imigrasi Sibolga, Sujarmono Simamora, mengatakan bahwa sosialisasi ini penting untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada para siswa.
“Pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Kami berharap mereka dapat menyebarluaskan informasi ini di lingkungan sekitarnya dan lebih waspada terhadap praktik TPPO dan TPPM,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai modus kejahatan saat ini kerap memanfaatkan kelengahan masyarakat, khususnya anak muda yang tergiur tawaran kerja dengan iming-iming gaji tinggi.
“Kami melihat banyak kasus berawal dari tawaran kerja yang tidak jelas, bahkan melalui media sosial. Ini yang perlu diwaspadai bersama,” katanya.
Sementara itu, materi sosialisasi disampaikan oleh Junaidi Dolok Saribu yang memaparkan secara rinci perbedaan antara TPPO dan TPPM, termasuk bentuk dan karakteristiknya.
“TPPO biasanya melibatkan unsur eksploitasi, sedangkan TPPM lebih kepada penyelundupan manusia secara ilegal. Keduanya sama-sama berbahaya dan merugikan korban,” jelasnya.
Para siswa juga diberikan pemahaman terkait modus operandi yang sering digunakan pelaku, mulai dari pemalsuan dokumen, prosedur keberangkatan yang tidak resmi, hingga pendekatan melalui media sosial.
Selain itu, peserta dibekali langkah-langkah pencegahan, seperti memastikan legalitas perusahaan penyalur tenaga kerja, memahami prosedur resmi pengurusan paspor, serta pentingnya berkoordinasi dengan instansi berwenang sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri.
Kepala Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Barus, Sundari Sitanggang, menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi langkah Imigrasi Sibolga dalam memberikan edukasi kepada para siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa sebagai bekal pengetahuan untuk melindungi diri di tengah perkembangan informasi yang begitu pesat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar para siswa semakin memahami risiko dan bahaya kejahatan perdagangan orang dan penyelundupan manusia.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat diskusi dan tanya jawab.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya TPPO dan TPPM semakin meningkat, sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat serta terhindar dari potensi kejahatan yang merugikan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *