
Keterangan foto: General Manager Operations & Deputy Director Operations PT Agincourt Resources, Rahmat Lubis, menerima Gold Award kategori Eco-Hazard Innovation dalam ajang Eco-Tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2025 di Semarang, 31 Agustus 2025.
Batang Toru, 3 September 2025(LN) – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, menyapu bersih tujuh penghargaan dalam ajang Eco-Tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2025 yang digelar Universitas Diponegoro, Semarang, 31 Agustus lalu.
Dua penghargaan emas dibawa pulang perusahaan. Salah satunya untuk program “Utilisasi Hypobaric Fraction Separator untuk Pemanfaatan Minyak Pelumas Bekas” yang berhasil mengolah 155,25 ton oli bekas menjadi bahan substitusi solar pada bahan peledak. Inovasi ini menekan potensi pemanasan global (GWP) hingga 441.975 ton CO₂ek.
“Inovasi ini membuktikan komitmen kami mendukung target pemerintah menuju emisi net-zero. Kami menargetkan pengurangan 30 persen gas rumah kaca pada 2030,” ujar Rahmat Lubis, General Manager Operations & Deputy Director Operations PTAR.
Teknologi pemanasan, filtrasi, hingga pemisahan fraksi bertekanan rendah membuat oli bekas dapat dimurnikan dan dimanfaatkan kembali. Hasilnya, hingga 80 persen dapat digunakan menggantikan diesel, sejalan dengan praktik circular economy.
Satu emas lain diraih lewat program “Closed-Loop Energy Reclamation dengan Intelligent Torque Control (ITC) pada Sistem Ore Grinding.” Program ini menekan konsumsi listrik hingga 4.931 GJ sepanjang 2024 dan menghemat biaya energi sebesar Rp1,69 miliar.
Selain dua emas, PTAR juga meraih tiga penghargaan perak lewat program pemanfaatan limbah Flexible Intermediate Bulk Container (FIBC) menjadi keranjang sampah; optimalisasi penurunan beban pencemar air tembaga dengan Selective Chelator; serta inovasi desain ulang jalan angkut di Pit Ramba Joring.
Dua penghargaan perunggu disabet lewat program “Pengembangan Unit Usaha Galeri Bagas Silua” dan “Konservasi Ikan Jurung (Neolissochilus thienemanni) dengan Model BioFAD.”
Wakil Rektor IV Universitas Diponegoro, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., menyebut EPSA sebagai simbol sinergi menuju pembangunan berkelanjutan. “EPSA bukan sekadar ajang apresiasi, melainkan dorongan untuk terus menghadirkan inovasi ramah lingkungan,” katanya.
Raihan EPSA 2025 menambah deretan prestasi PTAR setelah menggenggam PROPER Hijau dua tahun berturut-turut serta Penghargaan Terbaik Good Mining Practice 2024.(red)









