STIE Al Washliyah Sibolga-Tapteng Kunjungi PT Inalum, Perkuat Pemahaman Industri Riil

oleh -817 views

Keterangan Foto: Dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah (STIE Al-Washliyah) Sibolga/Tapanuli Tengah berfoto bersama usai melaksanakan kunjungan industri ke PT. Inalum Kuala Tanjung, Kamis, 7 Agustus 2025.

Tanjung Gading (IayarNews.com) – Mahasiswa dan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al Washliyah Sibolga-Tapanuli Tengah melaksanakan kunjungan industri ke PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Kamis (7/8/2025). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program akademik kampus, khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir yang tengah mempersiapkan diri menghadapi sidang skripsi.

Ketua STIE Al Washliyah, Dr. Mansur Tanjung, SE, MM, menegaskan bahwa kunjungan lapangan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi kampus untuk menghubungkan teori dengan realitas dunia kerja.

“Kampus tidak bisa hanya menjadi ruang hafalan teori. Mahasiswa perlu membuka cakrawala berpikir dengan melihat langsung bagaimana dunia industri bekerja: sistemnya, dinamikanya, dan tantangannya,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa harus dibekali perspektif industri riil — sektor yang benar-benar menghasilkan barang atau jasa — agar pemahaman mereka tidak hanya konseptual, tetapi juga praktis dan relevan dengan kebutuhan lapangan.

“Kita ingin lulusan STIE Al Washliyah bukan hanya siap kerja, tapi juga punya daya saing, mampu beradaptasi, bahkan menciptakan peluang kerja di masa depan,” tegas Dr. Mansur.

Selama kunjungan ke PT Inalum, mahasiswa diperkenalkan langsung pada proses produksi aluminium, sistem manajerial perusahaan, serta strategi operasional yang diterapkan di industri berskala nasional. Sesi tanya jawab dengan manajemen PT Inalum juga dimanfaatkan mahasiswa sebagai referensi empiris untuk penyusunan skripsi mereka.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menyukseskan program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM), serta mendorong lahirnya lulusan yang adaptif terhadap dinamika industri dan kebutuhan pembangunan nasional.(uki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *