Hari Mangrove, Pegiat Lingkungan Bersih-bersih di Kawasan Konservasi Binaan PTAR

oleh -518 views

Keterangan Foto : Sampah tak dibuang ke TPA, langsung diolah jadi bahan ecobrick. PTAR sebut aksi kecil ini berdampak besar bagi ekosistem pesisir.

Pandan (LN) – Memperingati Hari Mangrove 2025, Bank Sampah Yamantab (BSY) bersama para relawan menggelar aksi bersih-bersih sampah atau clean up di kawasan Konservasi Mangrove binaan PT Agincourt Resources (PTAR), Desa Aek Garut, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Sabtu (26/7/2025).

Direktur BSY, Damai Mendrofa, mengatakan aksi ini dilakukan di tiga titik, termasuk area dermaga dan pusat pembibitan mangrove. Aksi ini melibatkan pelajar, pegiat lingkungan, personel TNI AL, pegawai PLN NP UP Pandan, dan karyawan PTAR.

“Aksinya sederhana, tanpa seremoni, tapi terfokus dan bernilai edukatif,” ujar Damai kepada wartawan.

Sampah yang dikumpulkan terdiri dari dua jenis plastik, yakni plastik keras (botol dan cup) serta plastik lunak (kantong dan kemasan). Beberapa sampah lain yang ditemukan antara lain karung, spanduk, dan potongan tikar.

Sampah Langsung Diolah Jadi Ecobrick

Damai menegaskan, sampah yang dikutip tidak dibuang ke TPA, melainkan langsung dikelola menjadi bahan ecobrick. Sampah tersebut dicuci, dijemur, lalu sebagian dibawa ke Bank Sampah Yamantab untuk diolah.

“Sampah yang dikutip langsung diurus, sebagian langsung di-ecobrick, sisanya kita bawa ke bank sampah,” katanya.

Uniknya, selama kegiatan berlangsung, peserta tidak menghasilkan sampah plastik baru. Mereka menggunakan daun pisang sebagai alas makan, tumbler untuk minum, dan cangkir untuk kopi. Sisa makanan organik juga dikumpulkan dalam wadah khusus.

“Clear, aksi tak hasilkan sampah plastik baru,” tegas Damai.

PTAR: Langkah Kecil, Dampak Besar

Manager Public Relations PTAR, Reni Radhan, mengapresiasi aksi ini. Menurutnya, menjaga kawasan mangrove penting untuk keberlangsungan ekosistem pesisir.

“Aksi Bersih dari Hati untuk Bumi ini bukan hanya memungut sampah, tapi juga mengembalikan nilai lingkungan, ekonomi, dan sosial dari hutan mangrove,” kata Reni.

Reni menambahkan, ekosistem mangrove berperan menyerap karbon dan membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dengan edukasi dan kolaborasi jangka panjang.

“Harapannya, ini jadi langkah kecil yang berdampak besar,” tutup Reni. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *