Dinas Kesehatan Gelar Kegiatan lintas Sektor Kebijakan dan Strategi tata kelola Program Kesehatan Sibolga

oleh -413 views

Keterangan Foto : Staf Ahli Wali Kota Sibolga, Drs. Rudolf Supratman Butar-Butar, membuka pertemuan lintas sektor tata kelola kesehatan Kota Sibolga di Aula Hotel Prima, Kamis, 24 Juli 2025.

SIBOLGA (LN) — Pemerintah Kota Sibolga menggelar pertemuan lintas sektor untuk membahas arah kebijakan dan strategi tata kelola program kesehatan Kota Sibolga tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Aula Hotel Prima, Jalan Brigjen Katamso, Kamis, 24 Juli 2025.

Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Drs. Rudolf Supratman Butar-Butar, M.Pd., menyampaikan bahwa kemajuan bidang kesehatan saat ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dan pemerataan layanan, terutama menghadapi tantangan ganda seperti penyakit menular, penyakit tidak menular, dan persoalan gizi masyarakat.

“Kita perlu memastikan peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh—dari penguatan SDM, pemanfaatan teknologi kesehatan, hingga keselamatan pasien. Efektivitas pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi elemen kunci,” ujar Rudolf.

 

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan hasil dari pertemuan ini, agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pertemuan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Sibolga dengan Universitas Negeri Andalas. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga, Sri Wahyuni, SKM, M.Si., dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini disusun untuk memperkuat tata kelola pembangunan kesehatan yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sibolga dan RPJMN Nasional bidang kesehatan.

“Kami ingin memastikan kebijakan kesehatan yang disusun benar-benar berbasis data, terukur, dan relevan dengan kondisi masyarakat Kota Sibolga saat ini,” ujar Sri Wahyuni.

 

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting dari berbagai sektor, di antaranya Camat Sibolga Utara, Camat Sibolga Kota, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sibolga, para kepala puskesmas, serta Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Sibolga. Keterlibatan berbagai unsur ini menandai pentingnya pendekatan kolaboratif dalam membangun sistem kesehatan yang berkelanjutan dan inklusif.

Dengan terselenggaranya pertemuan ini, Pemko Sibolga berharap adanya sinkronisasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk meningkatkan mutu pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat di masa mendatang.(red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *