
Keterangan Foto : Saat Poto Bersama.

Tapanuli Tengah (LN) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga kembali menggelar kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) sebagai bagian dari komitmen dalam memberikan edukasi hukum kepada generasi muda. Kegiatan ini berlangsung di SMA Negeri 1 Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Jumat, 18 Juli 2025.
Kegiatan yang digelar pada pagi hari itu dihadiri puluhan siswa-siswi, guru, dan jajaran staf sekolah. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi penyuluhan yang bertujuan meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar.
Dua pemateri dari Kejari Sibolga, yakni Daniel Gidion Tambunan, SH dan Dela Safira, SH, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Keduanya merupakan Penelaah Penuntutan dan Penegakan Hukum yang aktif dalam memberikan penyuluhan ke berbagai sekolah di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Dalam penyuluhan ini, dua topik utama yang dibahas adalah bahaya judi online dan penyalahgunaan narkoba, dua permasalahan serius yang saat ini mulai menyasar generasi muda, termasuk kalangan pelajar SMA.
“Judi online bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga bisa merusak masa depan anak-anak kita. Begitu juga dengan narkoba. Sekali saja terjerumus, bisa berdampak panjang bahkan fatal,” ujar Daniel Gidion Tambunan saat menyampaikan materi di hadapan para siswa.
Sementara itu, Dela Safira, SH, menambahkan bahwa generasi muda harus memiliki kesadaran dan keberanian untuk menolak ajakan terhadap hal-hal yang melanggar hukum, termasuk dari lingkungan terdekat sekalipun.
“Pelajar harus berani berkata tidak pada narkoba dan judi online. Jangan tergoda dengan ajakan teman atau rayuan media sosial yang menawarkan kesenangan sesaat,” tegasnya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Barus, Khudri Pahman Parsosi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran tim Kejari Sibolga dalam program JMS ini.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Kejaksaan Negeri Sibolga. Materi yang disampaikan sangat relevan dan penting bagi anak-anak kami. Ini menjadi langkah preventif agar siswa memahami dan menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum sejak dini,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, tidak hanya di sekolahnya tetapi juga di sekolah-sekolah lain di wilayah Tapanuli Tengah.
Program Jaksa Masuk Sekolah merupakan inisiatif Kejaksaan Republik Indonesia yang bertujuan meningkatkan pemahaman hukum di lingkungan sekolah. Dengan kegiatan seperti ini, Kejari Sibolga berharap generasi muda bisa tumbuh menjadi insan yang taat hukum, berintegritas, dan mampu berkontribusi positif bagi bangsa dan negara. (Red)









