Agincourt Resources Dorong Ekonomi Berkelanjutan Warga Lingkar Tambang

oleh -535 views

Keterangan foto : Manager Community Development PT Agincourt Resources Rohani Simbolon (enam dari kanan), Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Tapanuli Selatan Novita Sari Wahyuni (lima dari kanan), dan Kepala Dinas Perindustrian Tapanuli Selatan Zulfahmi (ujung kiri) berfoto bersama para pemenang Lomba Memasak Martabe Food Court di Sopo Daganak, Batang Toru, Senin (2/6/2025).

Batang Toru, 10 Juni 2025 (LN) — Sebanyak 23 peserta terbaik dari Batang Toru dan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, unjuk kreativitas dalam Lomba Memasak Martabe Food Court yang digelar PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, pada Senin (2/6/2025).

Ajang ini tak hanya memperebutkan total hadiah Rp 22,5 juta, tetapi juga membuka peluang bagi para pemenang untuk menjadi pengelola gerai dan koki utama di pusat kuliner Martabe Food Court yang segera dibangun.

Foto 2: Sebanyak 32 warga Batang Toru dan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, telah menyelesaikan pelatihan instalasi listrik rumah tangga serta perawatan pendingin udara (AC) yang diselenggarakan oleh PT Agincourt Resources dan BBPVP Medan pada (23/5/2025).

Inisiatif ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan karena dinilai mampu mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi masyarakat lingkar tambang.

General Manager Operations & Deputy Director Operations PTAR, Rahmat Lubis, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat lokal, sejalan dengan semangat Living in Harmony.

> “Kami ingin membangun model bisnis yang bisa diwariskan, dikelola secara mandiri, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Martabe Food Court dirancang sebagai ruang tumbuh bagi wirausaha lokal,” ujarnya.

Pada tahun 2024, PTAR telah bermitra dengan 56 pelaku usaha lokal di Tapanuli Selatan, dengan nilai transaksi mencapai USD 9,2 juta. Berbagai program pengembangan, seperti lomba memasak dan pelatihan teknisi AC, menjadi bukti nyata komitmen PTAR dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di luar sektor pertambangan.

Kepala Dinas Perindustrian Tapanuli Selatan, Zulfahmi, menyebut lomba memasak ini sebagai langkah positif dalam meningkatkan daya saing UMKM lokal. Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Tapanuli Selatan, Novita Sari Wahyuni, berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Bayangkan jika chef-chef lokal ini bisa melatih ibu-ibu PKK, remaja putri, atau pelaku UMKM lainnya. Dampaknya akan sangat besar,” ujarnya.

Salah satu pemenang lomba, Adrian Saputra, warga Kelurahan Aek Pining yang meraih Juara I kategori Koki, menyambut positif inisiatif ini.

“Kompetisi ini menjadi lompatan besar bagi kami pelaku kuliner lokal. Terima kasih kepada PTAR atas kesempatan ini. Semoga kegiatan serupa semakin sering digelar agar UMKM bisa terus berkembang,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Adrian akan menjadi koki utama di Dapur Martabe Food Court. Sementara itu, para juara kategori Dessert dan Snack akan mendapat kesempatan mengelola gerai di area kuliner tersebut.

Pelatihan Vokasi untuk Tenaga Kerja Muda
Selain mendorong sektor kuliner, PTAR juga aktif memperkuat kapasitas tenaga kerja muda melalui program pelatihan vokasi. Bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, PTAR melatih 32 peserta dari 15 desa lingkar tambang di Kecamatan Batang Toru dan Muara Batang Toru.

Pelatihan berlangsung sejak 21 April hingga 23 Mei 2025 di Medan, mencakup instalasi listrik rumah tangga dan perawatan pendingin udara (AC), lengkap dengan uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Senior Manager Community PTAR, Christine Pepah, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk membentuk generasi muda yang terampil, mandiri, dan siap bersaing di dunia kerja.

“Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pekerja, tapi juga pengusaha yang bisa menciptakan lapangan kerja baru,” jelasnya.

Kepala BBPVP Medan, Faried Abdurahman Nur Yuliono, menilai program ini sebagai contoh ideal sinergi antara dunia industri dan pemerintah dalam membangun sumber daya manusia berkualitas.

“Peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tapi juga soft skills dan etika kerja sebagai bekal menghadapi dunia profesional,” katanya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *