BI Sibolga dan Wakil Bupati Toba Panen Raya Padi Unggul Gamagora: Produktivitas Tembus 6,3 Ton per Hektare

oleh -674 views

Keterangan Foto : Saat Foto Bersama.

Toba, 6 Juni 2025 (LN) — Bank Indonesia (BI) Sibolga bersama Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, SH, M.Si memanen padi varietas unggul Gamagora di Desa Baruara, Kamis (5/6). Panen raya ini menandai suksesnya demplot seluas 2 hektare dengan hasil mencengangkan: 6,3 ton per hektare meski dihantam serangan hama wereng dan kresek.

Hadir dalam kegiatan ini sejumlah stakeholder strategis, termasuk BPS Toba, Dinas Pertanian Toba, Bulog Pematangsiantar, Kepala Desa Baruara, hingga anggota Gapoktan Tani Maju yang dibina BI Sibolga sejak 2023.

Kepala Perwakilan BI Sibolga, Riza Putera, menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil nyata dari implementasi teknologi pertanian berbasis riset dan kerja sama antar-lembaga.

“Sebagai pembanding, varietas lain hanya menghasilkan 4,9 ton per hektare pada lahan dan kondisi hama serupa. Gamagora, hasil riset Universitas Gadjah Mada, memiliki keunggulan signifikan. Kami melihat potensi besar untuk direplikasi di wilayah kerja BI Sibolga,” jelas Riza.

Varietas Gamagora sendiri mulai dikenal setelah kunjungan studi banding TPID Sumut ke NTB, di mana petani lokal sukses memproduksi lebih dari 10 ton per hektare. Adaptasi di Toba membawa harapan baru dalam ketahanan pangan daerah.

Wakil Bupati Toba, Audi Murphy, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan BI terhadap program ketahanan pangan. “Sistem pertanian organik dengan Humid Acid, POC, dan PGPR sangat potensial untuk direplikasi. Kami harap inovasi ini terus berlanjut dan menyebar ke kelompok tani lainnya,” ujarnya.

Ketua Gapoktan Tani Maju, Ronal Tambunan, mengungkapkan antusiasme petani atas hasil panen perdana ini. Ia juga menyampaikan rencana jangka panjang untuk menjadi penangkar benih Gamagora di kawasan Toba. “Kami didorong semangat baru untuk musim tanam berikutnya. Pembinaan BI sangat berdampak melalui pelatihan, penyediaan sarana, hingga pengembangan usaha turunan,” kata Ronal.

Dari sisi teknis, varietas Gamagora mencatat sejumlah keunggulan: umur panen hanya 95 HST, produktivitas mencapai 6,8 ton per hektare, potensi anakan 35–47 per rumpun, efisiensi biaya Rp10,5 juta/ha, dan ketahanan tinggi terhadap hama penyakit.

Program ini menjadi bagian dari komitmen BI Sibolga dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan pertanian produktif dan berkelanjutan. Demplot Gamagora di Desa Baruara kini menjadi percontohan kolaborasi strategis lintas sektor yang membuahkan hasil nyata di lapangan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *