Agincourt Resources Tegaskan Good Mining Practice Lewat Talk Show dan Lomba Jurnalistik Bertema ESG

oleh -442 views

Samosir (LN) – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, menunjukkan komitmen kuat dalam praktik pertambangan berkelanjutan melalui dua agenda besar, yaitu talk show bertajuk “Seluk Beluk Pertambangan Berwawasan Lingkungan” dan peluncuran Lomba Karya Jurnalistik Tambang Emas Martabe 2025 yang mengangkat tema “ESG dalam Aksi: Tambang Berkelanjutan Menuju Harmoni Masyarakat dan Lingkungan.”

Kegiatan yang berlangsung di Marianna Resort & Convention, Tuktuk, Samosir, Senin (26/5/2025), menghadirkan Kepala Inspektur Tambang Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Hendra Gunawan, serta sejumlah pakar dan akademisi. Talk show ini menjadi wujud nyata implementasi good mining practice dan penguatan komunikasi kepada publik tentang keberlanjutan di sektor pertambangan.

Presiden Direktur PTAR, Muliady Sutio, mengungkapkan bahwa prinsip Living in Harmony menjadi landasan penting perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kegiatan bisnis.

“Kami berupaya menerapkan praktik pertambangan yang tidak hanya efektif secara operasional, tetapi juga bertanggung jawab sosial dan lingkungan. Ini terlihat dari penghargaan PROPER Hijau selama dua tahun berturut-turut dan penghargaan Kaidah Teknik Pertambangan Terbaik 2024 dari Kementerian ESDM,” ujarnya saat membuka acara.

Kepala Inspektur Tambang Kementerian ESDM, Hendra Gunawan, menambahkan bahwa pengelolaan lingkungan, reklamasi, dan pascatambang adalah syarat mutlak untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kami dorong perusahaan untuk mematuhi regulasi terkait lingkungan dan menerapkan prinsip ESG sebagai peluang meningkatkan daya saing sekaligus menjamin keberlangsungan usaha,” katanya.

Pakar lingkungan dari Fakultas Kehutanan Universitas Sumatra Utara (USU), Onrizal, Ph.D., memuji langkah PTAR yang telah melampaui kewajiban konservasi standar perusahaan tambang.

“Inisiatif seperti pembangunan canopy bridge untuk primata, kawasan konservasi, stasiun riset, dan patroli berbasis masyarakat menunjukkan komitmen serius PTAR dalam melestarikan ekosistem Batang Toru,” jelas Onrizal.

Lebih lanjut, PTAR tengah menyiapkan pembangunan stasiun riset di lahan 10 hektar untuk penguatan riset dan perlindungan spesies endemik. Fasilitas ini juga akan jadi pusat kolaborasi dengan lembaga riset dan organisasi lingkungan.

Di sisi teknologi, PTAR menerapkan pengelolaan limbah dengan metode tailings kering, pengembangan nursery pohon asli, serta zona konservasi khusus untuk habitat endemik.

Selain itu, berbarengan dengan talk show, PTAR resmi meluncurkan Lomba Karya Jurnalistik 2025 yang mengajak para jurnalis dari seluruh Indonesia mengangkat isu keberlanjutan di industri tambang secara konstruktif.

Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, mengungkapkan, “Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tapi untuk meningkatkan kualitas jurnalistik dan pemahaman ESG, sekaligus membangun kepercayaan diri jurnalis dalam mengangkat isu penting ini.”

Lomba berlangsung dari 27 Mei hingga 31 Oktober 2025, dengan hadiah puluhan juta rupiah dan kesempatan ekspedisi lapangan bagi tiga pemenang terbaik.

Dengan rangkaian kegiatan ini, PTAR kembali mempertegas posisi sebagai pelopor pertambangan berwawasan lingkungan yang mengedepankan sinergi antara industri, masyarakat, dan alam.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *