Agincourt Resources Sukses Lepasliarkan Harimau Sumatra “Senja”

oleh -729 views

Keterangan Foto : PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, melepaskan harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama “Senja” ke habitatnya di kawasan konservasi Kedah, Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh, pada 21 Mei 2025. Dok. Agincourt Resources

ACEH (LN) –Komitmen terhadap pelestarian alam kembali ditunjukkan oleh PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, dengan mendukung pelepasliaran seekor harimau Sumatra betina bernama “Senja” ke habitat alaminya di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Aceh, pada 21 Mei 2025.

Aksi ini bukan hanya simbol keberhasilan rehabilitasi satwa liar, tetapi juga bukti nyata bahwa sektor industri seperti pertambangan dapat menjadi bagian dari solusi dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. Melalui dukungan logistik berupa helikopter dan pendekatan minim dampak lingkungan, PTAR membuktikan bahwa praktik bisnis berkelanjutan bisa berjalan seiring dengan konservasi.

“Senja” merupakan harimau berusia sekitar lima hingga enam tahun yang sebelumnya menjadi korban konflik manusia dan satwa liar di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, pada Juni 2024. Ia menjalani masa rehabilitasi selama 11 bulan di Sanctuary Harimau Sumatra Barumun, Kabupaten Padang Lawas Utara—hasil kerja sama antara Balai Besar KSDA Sumatra Utara dan Yayasan Parsamuhan Bodhicitta Mandala Medan.

Setelah dinyatakan sehat dan siap kembali ke alam liar, “Senja” ditranslokasi menggunakan helikopter tipe SA 315B Lama (Aerospatiale) milik PTAR dengan metode longline, yaitu mengangkut kandang dengan sistem gantung di bawah helikopter. Metode ini dipilih karena paling efektif untuk menjangkau medan sulit sekaligus meminimalkan gangguan terhadap vegetasi hutan.

Wakil Presiden Direktur PTAR, Ruli Tanio, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelepasliaran ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

“Keberhasilan konservasi ini hanya mungkin tercapai melalui sinergi antara pemerintah, lembaga konservasi, sektor swasta, dan masyarakat. Komitmen kami adalah hidup selaras dengan alam, sebagaimana semangat Living in Harmony yang kami pegang teguh.” ujar Ruli Tanio, Sabtu (24/05/2025)

Pemilihan kawasan TNGL sebagai lokasi pelepasliaran dilakukan dengan pertimbangan ekologis yang matang: jauh dari pemukiman, ketersediaan satwa mangsa yang memadai, serta keberadaan harimau liar lain yang mendukung adaptasi “Senja” di alam bebas. Di lokasi tersebut, aktivitas manusia sangat minim, memberikan peluang hidup yang lebih baik bagi satwa yang dilepasliarkan.

Direktur Hubungan Eksternal PTAR, Sanny Tjan, menambahkan bahwa program konservasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mendukung pelestarian spesies kunci di Sumatra. Sebelumnya, PTAR juga telah mendukung pelepasliaran harimau Sumatra “Bestie” ke TNGL pada November 2022, serta dua individu lain ke Taman Nasional Kerinci Seblat pada tahun yang sama.

“Konservasi bukan hanya tentang menyelamatkan satu satwa, tapi juga menjaga keseimbangan seluruh rantai ekosistem. Harimau Sumatra adalah indikator kesehatan hutan. Ketika mereka aman, lingkungan pun ikut terlindungi,” ujar Sanny.

Melalui dukungan nyata terhadap upaya konservasi, PTAR menunjukkan bahwa dunia industri dapat berkontribusi secara langsung dalam menjaga kelestarian alam Indonesia. “Senja” kini kembali ke pelukan hutan—sebuah pengingat bahwa harmoni antara manusia dan alam masih mungkin untuk dicapai. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *