Bawaslu Kota Sibolga: Para Pemangku Kepentingan Bersama-sama Kolaborasi dan Sinergi Jaga Kekondusifan

oleh -483 views

Keterangan Foto : Bawaslu Kota Sibolga: Para Pemangku Kepentingan Bersama-sama Kolaborasi dan Sinergi Jaga Kekondusifan

 

SIBOLGA (LN) – Bawaslu Kota Sibolga mengadakan Rapat Koordinasi Pemangku Kepentingan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga tahun 2024, pada tahapan kampanye dan pemungutan serta penghitungan suara, Senin (11/11) di Kafe 88 Kota Sibolga.

Acara yang dibuka oleh Ketua Bawaslu Sibolga, Salmon Tambunan menyampaikan kegiatan ini merupakan Koordinasi antar Bawaslu, KPU, seluruh Forkompinda yang Ada di Kota Sibolga, Panwascam dan para pendukung paslon dalam persiapan pilkada serentak 2024.

“Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, kekondusifan serta mengharapkan ASN di lingkungan Pemkot Sibolga dapat menjaga netralitas,” ucapnya.

Ia berharap rapat ini mampu berperan dalam menjaga berlangsungnya segala tahapan kampanye aman dan tertib hingga pada Rabu 27 November 2024 mendatang.

“Sehingga para pemangku kepentingan dapat berkolaborasi serta bersinergi agar potensi kerawanan dapat dieliminir sekecil mungkin,” ujar mantan jurnalis tersebut.

Mengenai kesiapan dari Bawaslu sendiri dalam pengawasan pada pilkada, Salmon mengatakan bahwa sudah siap dengan personil 137 orang mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan dan TPS.

“Nantinya mereka tidak hanya bertugas pada saat pemilihan namun juga mengawasi, bila ada money politik serta pembagian C pemberitahuan di wilayah mereka masing-masing,’ terangnya.

Soal adanya keterlibatan ASN, Bawaslu sendiri mengakui ada dua laporan namun tidak memenuhi syarat formal dan materil.

“Saat itu belum masa kampanye dan belum ada penetapan pasangan calon, serta saksinya tidak ada, sehingga tidak dapat direkomendasikan dan kasusnya berhenti disitu,” jelasnya.

Ketua Bawaslu juga mengharapkan kerjasama dari Dinas Catatan Sipil untuk mengeluarkan data-data dari orang yang meninggal agar diserahkan untuk dicek supaya tidak disalahgunakan.

“DPT Kota Sibolga sudah ditetapkan sebanyak 70.164 orang, jadi pasca sudah ditetapkan pasti ada yang sudah meninggal, jadi jangan nanti sudah meninggal tapi surat pemberitahuannya masih dikeluarkan,” jelasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *