
Keterangan Foto : Saat Poto Bersama.
JAKARTA (LN) – Organisasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pertemuan Ulama pada 15-17 Oktober 2024. Kegiatan ini diwarnai diskusi strategis yang berfokus pada pengembangan organisasi dan pendidikan Islam.
Dalam sambutannya, Osman Sapta Odang (OSO) selakuĀ Ketua Majelis Pembina PERTI, menekankan pentingnya memperluas jangkauan organisasi yang kini telah hadir di 27 provinsi. āSemoga ke depan, pengurus PERTI ada di seluruh provinsi,ā ujarnya saat acara pembukaan yang berlangsung di Hotel Mercure, Ancol, Selasa (15/10/2024).
Ia juga berpesan kepada Ketua Umum PP PERTI, Dr H M Syarfi Hutauruk, untuk memastikan PERTI tetap relevan dan bermanfaat bagi masyarakat melalui program-program nyata.
OSO menggarisbawahi pentingnya peran media massa dan media sosial dalam memperkenalkan PERTI kepada publik. Menurutnya, media dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaan PERTI sebagai organisasi besar yang mengedepankan cinta terhadap umat.
Rakernas kali ini membahas sejumlah isu strategis, termasuk kebijakan haji dan umrah, pendidikan Islam, serta adaptasi pendidikan pesantren di era digital. Diskusi mengenai kebijakan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Kementerian Agama terkait penyelenggaraan ibadah haji menjadi sorotan, dengan kehadiran Dirjen Haji dan Umrah serta Kepala BPKH sebagai pembicara.
Selain itu, pertemuan ini juga menyoroti kurikulum āMerdeka Belajarā dan bagaimana kebijakan tersebut berhubungan dengan pendidikan agama. Inovasi dalam pendidikan pesantren untuk menghadapi tantangan era digital turut menjadi bahasan penting dalam forum tersebut.
Sebelumnya, Ketua Umum PERTI, Buya Drs. H. Muhammad Syarfi Hutauruk MM, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar bahwa Rakernas ini menjadi momentum konsolidasi organisasi menuju satu abad PERTI.
āKegiatan ini adalah wujud ikhtiar bersama untuk memperkuat ukhuwah, memperbaiki struktur organisasi, dan memajukan program pendidikan serta dakwah kita,ā ujar Syarfi.
Pembukaan Rakernas ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Majelis Pembina PERTI, Dr. H. Osman Sapta (Oso). Dalam sambutannya, Oso menekankan pentingnya kerja sama dan persatuan untuk memperkuat peran PERTI di masyarakat. āOrganisasi ini telah berdiri sejak tahun 1928, dan sekarang saatnya kita bangkit dan bergerak lebih cepat untuk membawa PERTI menjadi lebih besar,ā tegasnya.
Oso juga menyampaikan dukungan penuh untuk pengembangan madrasah dan pesantren di bawah naungan PERTI, dengan harapan kegiatan pendidikan tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas kepada umat Islam.
Pada pembukaan Rakernas ini, PERTI memperkenalkan lima badan otonom baru yang akan dilantik sebagai pilar utama organisasi:
Lembaga Pendidikan untuk mengelola madrasah dan pondok pesantren.
Lembaga Dakwah dan Pelestarian Tarekat untuk memperkuat dakwah dan tradisi spiritual.
Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Umat guna mendorong kemandirian ekonomi.
Lembaga Sosial dan LAZIS untuk menyalurkan zakat dan bantuan sosial.
Lembaga Wakaf untuk mengelola wakaf produktif demi keberlanjutan organisasi.
Harapan dan Fokus Rakernas
Buya Syarfi mengajak seluruh peserta Rakernas untuk menguatkan rasa memiliki terhadap PERTI dan mempercepat pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) di wilayah yang belum menyelenggarakannya. āKonsolidasi ini penting untuk memastikan PERTI siap menyongsong masa depan dan terus relevan bagi umat,ā tambahnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan media sosial untuk mempromosikan program-program PERTI. āKita harus adaptif dengan perkembangan zaman agar PERTI semakin dikenal dan dicintai masyarakat,ā tegas Buya Syarfi.
Acara pembukaan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Buya Dr. Aldomi Putra, MA, memohon kelancaran seluruh rangkaian kegiatan dan keberkahan bagi perjuangan PERTI. Rangkaian Rakernas ini akan berlangsung hingga 17 Oktober 2024, diisi dengan sidang pleno dan perumusan program kerja prioritas.
Dengan khidmat dan penuh antusiasme, Rakernas PERTI ini diharapkan menjadi pijakan awal menuju satu abad kejayaan organisasi, memperkuat kontribusi dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat di seluruh Indonesia. (Red)









