Akhmad Syukri Nazri Penarik Tampung Aspirasi Warga Parombunan dan Muara Pinang

oleh -1,642 views
Keterangan Foto : Ketua DPRD Sibolga saat berbincang-bincang dengan masyarakat di acara reses keduanya.

Sibolga (LN)- Ketua DPRD Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik menggelar reses III tahun, di 2 Kelurahan di Kecamatan Sibolga Selatan, yakni Kelurahan Aek Parombunan dan Aek Muara Pinang, Jumat (8/12/2023) pagi.

DI Kedua Kelurahan untuk hari ini, Akhmad Syukri Nazry Penarik banyak menampung aspirasi dan keluhan dari masyarakat. Diantaranya, terkait bantuan PKH. Dimana, beberapa masyarakat yang mengaku kurang mampu, tidak terdaftar sebagai penerima manfaat. Ini merupakan reses keduanya untuk tahun anggaran 2023. sebelumnya, Syukri menggelar reses di Kelurahan Aek Habil dan Aek Manis.

Menurutnya, kesalahan tersebut bukan ada pada Pemko Sibolga, melainkan di Pemerintah Pusat. Syukri berjanji akan terus mendesak Pemerintah Pusat agar persoalan tersebut segera diselesaikan.

“Jadi, kepada bapak ibu dimohon bersabar dan nanti setelah ini kami akan kembali lagi mendesak Pemerintah Pusat agar secepatnya menyelesaikan permasalah ini. Agar bapak ibu yang belum mendapat PKH, segera mendapatkan PKH dan nanti kami akan coba mendata ulang lagi siapa-siapa yang belum mendapatkan PKH,” Ujar Ketua Super di sela –sela kegiatan Reses.

Sementara di Kelurahan Aek Muara Pinang, selain persoalan PKH, banyak warga mengeluhkan banjir yang hingga kini belum teratasi. Apalagi diketahui saat ini merupakan musim penghujan, yang mengakibatkan, banyak rumah warga yang tekena banjir akibat curah hujan yang tinggi.

Menanggapi hal itu, Akhmad Syukri mengaku kalau pihaknya sudah mencoba menyelesaikan persoalan banjir di Aek Muara Pinang. Namun, upaya tersebut terkendala karena batas wilayah antara Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Banyak masyarakat Kota Sibolga yang masih tinggal di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah. Ketika kita mau memperbaiki parit atau drainase agar bisa meminimalisir banjir, ternyata itu adalah wilayah Tapanuli Tengah,” tutur Akhmad Syukri.

Meski demikian, Ketua DPD Partai NasDem Sibolga ini menyebut kalau permasalahan tapal batas di Aek Muara Pinang, telah selesai. Namun penerapannya masih harus menunggu hingga tahun 2025.Sekitar sebulan yang lalu dirinya telah turun langsung dengan membawa alat berat untuk mengeruk sungai yang ada di Aek Muara Pinang.

“Jadi masih hanya sebagian lagi yang terkena genangan air, dirinya juga menjelaskan Melalui reses, anggota DPRD Kota Sibolga akan menerima banyak saran, masukan dan keluhan warga yang semua aspirasi tersebut menjadi bahan bagi DPRD dalam menentukan arah kebijakan kedepannya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *