Agincourt Resources Inisiasi Deklarasi Stop BABS 2 Kecamatan di Tapanuli Selatan Batangtoru

oleh -887 views

Agincourt Resources Inisiasi Deklarasi Stop BABS 2 Kecamatan di Tapanuli Selatan BatangtoruTAPSEL  – Pengelola Tambang Emas Martabe, PT Agincourt Resources(PTAR), menginisiasi Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di 32desalingkartambang, yakni Batangtoru dan Muara Batangtoru, Tapanuli Selatan, (22/12/ 2022).

PTARmenginisiasiprogram ini di tahun 2015 dengan menggelontorkan dana hingga Rp1,16miliar untukmemfasilitasi status bebas BABS dan mengedukasi masyarakat tentang sanitasi danperilakuhidup sehat. Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Christine Pepah, mengatakanProgramStop BABS (Open Defecation Free/ODF) bertujuan mewujudkan perilaku masyarakatyanghiginenis dan saniter secara mandiri untuk meningkatkan derajat kesehatanmasyarakatsetinggi-tingginya. Program Stop BABS juga dimaksudkan untuk mencegah penyakit berbasislingkungan serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

“Selama 7 tahun hingga di titik ini, kita akhirnya mampu menjadikan wilayah sekitar tambangyakni Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru ODF. Memang butuh waktupanjanguntuk membangun kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat. Karenaitu, kamiberterimakasih kepada berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan,Puskesmas Batangtoru, dan Puskesmas Hutaraja yang telah bekerja keras sehinggaprograminidapat berjalan baik. Juga kepada para kader kesehatan yang turun tanganberhadapanlangsung dengan masyarakat,” kata Christine.

Ia menambahkan program Stop BABS berkontribusi pada Tujuan PembangunanBerkelanjutan(Sustainable Development Goals/SDGs) ke-6 yaitu menjamin ketersediaan sertapengelolaanair bersih dan sanitasi berkelanjutan untuk semua. Salah satu butir dari Tujuan6yaknimencapai akses sanitasi dan kebersihan yang memadai dan merata bagi semuasertamenghentikan praktik buang air besar di tempat terbuka, memberikan perhatiankhususpadakebutuhan kaum perempuan, serta kelompok masyarakat rentan.

Christine menjelaskan Program Stop BABS akan terus dikembangkan melalui peningkatantangga sanitasi di masyarakat. Jamban komunal (sharing) bakal ditingkatkan menjadi jambansehat semi permanen (JSSP), sedangkan JSSP saat ini akan dinaikkan menjadi jambansehatpermanen (JSP). “Rencana lainnya yakni penuntasan pilar kedua hingga kelima ProgramSanitasi Total BerbasisMasyarakat/ STBM di seluruh desa di Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru,”ujarChristine.

Program Stop BABS yang berhasil diterapkan di Kecamatan Batangtoru dan MuaraBatangtoruditandai dengan Deklarasi Stop BABS di Sopo Daganak, Batangtoru, pada 21 Desember2022yang dipadati sekitar 500 orang. Deklarasi diawali karnaval bertemakan 5 pilar ProgramSTBM,yakni Stop BABS, mencuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum/makananrumahtangga,pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Kegiatan lain dalam Deklarasi Stop BABS yakni Seminar Kesehatan ProgramSTBM5Pilardengan narasumber dari Dinas Kesehatan Sumatra Utara; Penyerahansertifikatdanpenghargaan Stop BABS kepada desa/kelurahan, Kecamatan BatangtorudanMuaraBatangtoru, Puskesmas Batangtoru dan Hutaraja, pegiat Stop BABS tingkat Puskesmas, DinasKesehatan Tapanuli Selatan, dan PTAR; serta Pertunjukan tari dan drama dari masing-masingpuskesmas bertemakan Program STBM. Mewakili Bupati Tapanuli Selatan, Pj. Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan, M. Frananda,memberikan apresiasi atas kolaborasi PTAR dengan berbagai pihak sehingga ProgramStopBABS dapat terwujud di Batangtoru dan Muara Batangtoru.

“Mimpi saya dulu di setiap sungai ada tulisan ‘Sungai Bukan MCK’ agar sungai tidakhanyaindah, tapi juga membuat masyarakat sehat, karena perilaku BABS bisa mengakibatkangangguan pertumbuhan pada anak dan memunculkan masalah kesehatan lainnya. Karenaitusaya menilai Program Stop BABS ini sangat luar biasa dan kami berharapprograminiberkelanjutan,” kata Frananda.

Ia juga berharap Program Stop BABS ditularkan ke 13 kecamatan lain di Tapanuli Selatan,dengan durasi kesiapan Stop BABS per kecamatan lebih cepat karena bisamencontohkeberhasilan implementasi program di Batangtoru dan Muara Batangtoru. Program Stop BABS sangat dibutuhkan di Tapanuli Selatan.

Mengacu padadataDinasKesehatan Sumatra Utara, pada 2016 Kabupaten Tapanuli Selatan berada di urutanke-11terbawah dari 33 kabupaten/kota dalam hal kepemilikan jamban. Tak heran, cukupmudahmendapati warga membuang hajatnya di sembarang tempat, seperti di kebun, sawah, sungai,dan lahan terbuka lainnya.

Padahal, kebiasaan buruk BABS dapat menimbulkanmasalahkesehatan dan risiko penyakit seperti diare, cacingan, dan tipes. Tiga penyakit ini merupakanpenyakit terbanyak akibat faktor sanitasi yang terdata di Puskesmas BatangtorudanMuaraBatangtoru. Selain Stop BABS, program kesehatan lain yang menjadi fokus PTAR yakni penyediaanlayanandokter spesialis ginekolog, pediatri, dan penyakit dalam di Puskesmas Batangtorusertapemberian obat gratis atas resep dokter dan donasi peralatan penunjang pelayanandokterspesialis. Pada tahun 2021 saja sebanyak 3.311 pasien mendapatkan pelayanandari dokterspesialis yang disediakan PTAR.(st/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *