Wartawan Diminta Mampu Terjemahkan Informasi yang Mudah Dicerna Masyarakat

oleh -1,250 views
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Yuliansah Andrias, narasumber foto bersama wartawan mitra Kantor perwakilan BI Sibolga, Jum’at (25/11).

JAKARTA (LN)– Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Yuliansah Andrias menegaskan, wartawan adalah komponen penting yang berperan sebagai perpanjangan tangan dari penyampaian kebijakan Bank Indonesia.

“Selaku bank sentral, kebijakan yang dikeluarkan perlu disampaikan kepada masyarakat umum, termasuk stakeholder di daerah,” kata Yuliansah Andrias di acara capacity building wartawan mitra KPw BI Sibolga di DoubleTree by Hilton Hotel Jakarta, Jumat (25/11).

Sebagai insitusi yang kerap merilis informasi yang dilengkapi beragam data perekonomian, sambung Yuliansah, BI butuh peran wartawan yang mampu menerjemahkan data tersebut agar dapat lebih mudah dicerna masyarakat. “Seperti perkembangan inflasi, suku bunga kebijakan atau BI 7DRRR, dan berbagai macam survei perekonomian lainnya. Sebelum informasi sampai ke masyarakat, wartawan hendaknya mampu memahami data tersebut kemudian diolah menjadi berita yang informatif dan akurat,” katanya.

Maka itu, kata dia lagi, BI terus berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman wartawan secara rutin, terutama terhadap fungsi bank sentral dalam kebijakan moneter, pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan serta diseminasi kebijakan baik di pusat maupun di daerah. “Oleh karenanya, penting menjaga level komunikasi antara Bank Indonesia dengan wartawan agar tiga pilar kebijakan BI dapat disampaikan secara baik kepada masyarakat luas. Seperti kegiatan kita hari ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas wartawan mitra kerja BI Sibolga,” tegasnya.

Menurutnya, media harus tampil menjadi sumber informasi terpercaya, di tengah maraknya noise (berita hoaks), terutama dengan kehadiran sosial media (citizen journalism) yang memudahkan dan mempercepat arus penyebaran informasi. “Tentunya, hal ini semakin menjadikan media sebagai komponen krusial dalam diseminasi kebijakan bank sentral kepada masyarakat, apalagi dengan secara nature-nya, kebijakan bank sentral yang sukar dipahami oleh masyarakat awam, sehingga rentan terjadi miskonsepsi dan misinformasi di tengah masyarakat,” tukasnya.

Salam kegiatan itu, BI Sibolga menghadirkan Kepala Divisi Relasi Media dan Opinion Maker, Departemen Komunikasi Bank Indonesia Syachman Perdymer dan Redaktur Pelaksana dan Kepala Tim Newslab Katadata.id Aria Wiratma Yudhistira.

Syachman membawakan materi kolaborasi BI dan media di era digital, dan menjelaskan mengenai pentingnya peran jurnalis mendukung efektifitas kebijakan Bank Indonesia. Sementara Aria Wiratma Yudhistira membawa materi jurnalisme di era banjir informasi yang menjelaskan tentang kemampuan membaca data, terutama data perekonomian sebelum menulis berita akurat dan informatif. (st01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *