Perdana se-Sumatra Utara, Agincourt Resources Prakarsai Sertifikasi 30 Penyuluh Pertanian di Tapanuli Selatan

oleh -971 views
Foto 1: (tengah) Manager Community Development PT Agincourt Resources, Rohani Simbolon, memberi kata sambutan saat Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Tapanuli Selatan, 31 Oktober 2022.

Perdana se-Sumatra Utara, Agincourt Resources Prakarsai Sertifikasi 30
Penyuluh Pertanian di Tapanuli Selatan

Batangtoru M24 – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe,
menginisiasi program sertifikasi peningkatan kompetensi bagi 30 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di
Tapanuli Selatan. Program pendampingan intensif dengan menggandeng Balai Pelatihan Pertanian Jambi, (4/11/ 2022) pagi.

di Kementerian Pertanian ini kali pertama digelar di Sumatra Utara.
Senior Manager Community, Christine Pepah, mengatakan peningkatan kapasitas puluhan PPL yang
berasal dari 15 Balai Penyuluh Pertanian (BPP) ini diperlukan untuk mencetak pelaku pertanian yang
berdaya saing tinggi dan berperan dalam memperkuat sektor pertanian di Tapanuli Selatan.

BPP merupakan ujung tombak dalam melakukan pendampingan teknis dan non-teknis kepada
petani/kelompok tani untuk menciptakan pertanian yang sukses dan berkelanjutan. Adapun, PPL
memainkan peran penting untuk terjun secara langsung di lapangan bersama dengan petani/kelompok
tani.

“Program Sertifikasi ini merupakan kontribusi kami dalam menyiapkan petani terutama petani muda di
Tapanuli Selatan, khususnya di dua kecamatan di area operasi tambang, untuk siap dan tangguh
merespons berbagai problem pertanian seperti harga pangan dan harga sarana produksi pertanian
(saprotan) yang cenderung naik,” tutur Christine.
Gelaran peningkatan kemampuan BPP dan peningkatan kapasitas PPL ini berkontribusi pada peningkatan
kelas dan jumlah BPP yang tersertifikasi ke kelas madya. Kegiatan pelatihan ini juga akan melahirkan 30
penyuluh yang memiliki kualitas dan kompetensi dalam mengembangkan petani dan pertanian di Tapanuli Selatan.

Dari sisi sumber daya manusia petani, saat ini mayoritas kelompok tani dampingan PTAR yang berada di
Batangtoru dan Muara Batangtoru masih berada di kualifikasi Pemula dan Lanjut.

“Kami berharap program ini berdampak luas. Tidak hanya pengelolaan BPP menjadi mandiri sesuai
standar pemerintah dan kapasitas PPL meningkat, melainkan juga bisa meningkatkan kelas kelompok tani dan pada akhirnya rumah tangga tani semakin maju dan berkelanjutan dalam mengelola usaha taninya,” ujar Christine.

Dalam menggelar kegiatan ini, PTAR melibatkan Balai Pelatihan Pertanian Jambi yang merupakan Unit
Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Pertanian. Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi,
Zahron Helmy, mengapresiasi langkah PTAR menghelat acara peningkatan kapasitas BPP dan PPL yang
dampaknya panjang bagi sektor pertanian di Tapanuli Selatan, utamanya dalam memunculkan petanipetani yang mumpuni dari sisi produksi dan kualitas hasil. PTAR bahkan menyokong pelatihan dan pendampingan PPL hingga ke lapangan secara intensif, yang merupakan kali pertama di Sumatra Utara.

“PTAR sudah berpikir ke depan bahwa pertanian di Tapanuli Selatan bisa menjadi salah satu sektor
unggulan dalam mempertahankan kedaulatan rakyat. Kami diajak untuk berperan serta memberikan
pelatihan. Harapannya, dari tanah Tapanuli Selatan lahir petani milenial, petani dengan produksi yang
bisa dijual ke pulau atau provinsi lain, atau petani yang bisa mengekspor hasil pertaniannya,” kata Zahron.
Apresiasi positif terhadap kegiatan peningkatan kapasitas SDM Pertanian disampaikan salah satu peserta
pelatihan yang merupakan Koordinator BPP Batangtoru, Lenny Marlina Nasution. Menurutnya, kegiatan
ini sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dan kemampuan para penyuluh pertanian, dan
merupakan peluang besar yang sangat sulit didapat karena terbatasnya kuota peserta.

“Pelatihan ini luar biasa dan mencerahkan, sangat bermanfaat untuk menunjang tugas pokok kami. Materi yang disampaikan selama pelatihan ini adalah buku suci bagi penyuluh pertanian. Materinya rinci dan kami leluasa untuk sharing dengan ahli pertanian,” kata Lenny.

Banyak pelajaran yang didapatnya dari program peningkatan kemampuan BPP dan penyuluh pertanian
ini, misalnya saja cara mengidentifikasi masalah di lapangan dan pengambilan bukti fisik, penyelesaian
masalah, penarikan simpulan, hingga menyusun dan melakukan evaluasi program. Materi-materi tersebut, menurut Lenny, akan melengkapi kemampuan sumber daya manusia pertanian di Tapanuli Selatan yang selama ini kurang memadai.

Rangkaian kegiatan peningkatan kelas kemampuan BPP dan peningkatan kapasitas PPL dimulai dengan
baseline survei Identifikasi Kebutuhan Latihan (IKL) pada September silam, kemudian dilanjutkan
dengan Pelatihan Pengelolaan Kelembagaan untuk meningkatkan kelas kemampuan BPP dan
pendampingan.

Kegiatan berikutnya yaitu Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian Lapangan dan akan
diakhiri dengan benchmark (studi banding) ke lokasi BPP yang menjadi percontohan di tingkat nasional
atas rekomendasi dari Balai Pelatihan Pertanian yang akan dilaksanakan pada akhir November 2022.(st)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *