
Mengajar Mengaji dan Bersilaturrahmi, Syarfi bernostalgia di Kampung Halaman
Sibolga – Syarfi Hutauruk mengisi keseharian di masa pulang kampung ke Sibolga dan Tapanuli Tengah dengan berbagai aktifitas positif salah satunya memonitoring proses kegiatan belajar mengajar di Rumah Tahfidz ‘Sufaro’, Jl. Laksaman Manonga Napitupulu, Pandan, Kab. Tapanuli Tengah.
Syarfi yang menjadikan kediaman pribadinya sendiri sebagai tempat berkumpul para santri tahfidz (penghafal Al-Qur’an) merupakan wujud dari perhatian dan support dalam upaya melahirkan hafidz/hafidzah yang memiliki kompetensi dalam menghafal, memahami dan mengimplementasikan Qur’an sebagai sandaran hidup serta panduan akhlak para generasi muda.
“Saya selama disini (Sibolga-Tapteng), senang melihat para pelajar yang mengaji di Rumah Tahfidz Sufaro dengan begitu ramai dan semangat. Tentunya, kegiatan mereka ini harus selalu kita dukung dan perjuangkan agar Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam semakin terjaga dan bisa diamalkan sejak dini oleh anak-anak kita”. Tutur Syarfi
Sembari berbincang dengan awak media, mantan Walikota Sibolga 2 periode (2010-2015 dan 2015-2020) tersebut tampak serius dalam mementori para pelajar yang sedang menyetorkan hafalannya. Dengan seksama Syarfi mendegarkan ayat-ayat yang dibacakan dan memberikan koreksi bacaan yang keliru untuk diluruskan.
“Saya senang berbaur dengan mereka, ini juga merupakan tugas dan tanggung jawab bersama, sesuai dengan kemampuan yang kita punya untuk berpartisipasi dalam mempersiapkan generasi emas umat Islam yang tangguh secara keimanan dan berakhlakul Karimah. Apalagi di zaman yang kian berkembang penuh tantangan ini, moralitas menjadi fokus utama demi memperbaiki tatanan sosial ke depan”. Lanjutnya
Masih kata Syarfi, Tantangan zaman yang semakin kompleks dewasa ini, harus dihadapi dengan mempersiapkan anak-anak muda Islam yang kuat iman dan taqwanya. Kedua hal itu menjadi benteng mereka bisa tumbuh menjadi generasi muda bangsa yang berkualitas dan cerdas tetapi juga semangat keislamannya kokoh.
“Insya Allah, mereka tidak akan terpengaruh dengan paham-paham yang menyesatkan karena pondasi berpikirnya dibangun dengan Al Qur’an yang benar” ujarnya.
Syarfi pun berkisah masa kecilnya saat masih tinggal di kampung Pasar Sorkam. Aktivitas mengaji setiap sore hingga malam rutin ia lakukan bersama dengan kawan-kawan sebayanya kala itu. Kesannya memang seperti pengajian kampung biasa, tetapi dampak yang ditimbulkannya berbekas hingga saat ini.
“Mungkin, andai pengajian kampung itu tidak ada, Syarfi yang kalian kenal tidak seperti ini. Pondasi pendidikan agama dan Qur’an itu sudah ditanamkan orangtua saya sejak kecil dulu. Dan kini giliran mereka pula (santri rumah tahfidz Sufaro) ditanamkan hal seperti itu,” pungkasnya.
Nostalgia Syarfi Hutauruk pulang kampung ke Sibolga dan Tapanuli Tengah dan berinteraksi dengan warga masyarakat menarik untuk diikuti. Di hari ini juga, Rabu (13/7) sejak pagi hingga sore dirinya menyempatkan diri bersilaturrahmi dan temu kangen dengan sejumlah warga Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga setelah beberapa hari lalu sudah menyambangi kampung halamannya, Pasar Sorkam.









