Nelayan Menjerit, Jamil Zeb Tumori : Saya Siap Pasang Badan Untuk Masyarakat

oleh -1,683 views
Keterangan Foto : Para perwakilan nelayan tradisional yang tergabung dari beberapa organisasi datangi Wakil Ketua DPRD yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sibolga, Jamil Zeb Tumori SH MAP

SIBOLGA  (LN)– Nelayan tradisional Kota Sibolga menjerit. Bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite bersubsidi mengalami kenaikan harga dan sulit mendapatkannya. Akibatnya, kondisi ini sangat mengganggu aktivitas nelayan yang menggantungkan hidup dari melaut.

Para perwakilan nelayan tradisional yang tergabung dari beberapa organisasi pun mendatangi Wakil Ketua DPRD yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sibolga, Jamil Zeb Tumori SH MAP. Mereka mengadukan persoalan tersebut agar dicarikan solusinya.

“Para nelayan tradisional dari berbagai organisasi mengaku sulit mendapatkan BBM Pertalite bersubsidi dari SPBU yang ada, sementara mereka harus tetap melaut untuk menghidupi keluarganya,” kata Jamil yang menampung aspirasi para nelayan, Selasa (5/4/2022) siang.

Pimpinan perwakilan para nelayan tersebut dengan tegas mengatakan, “Ini persoalan perut, jangan pancing kami rakyat miskin, kami tak pernah mengganggu, maka jangan persulit kami untuk mencari makan.”

Kepada Jamil, para nelayan mengatakan, ketika mereka akan membeli BBM Pertalite di sejumlah SPBU yang ada di Sibolga dan Tapteng, mereka dipersulit. Pihak SPBU meminta para nelayan menunjukkan surat rekomendasi dari Dinas Perikanan dan Keluatan agar bisa melakukan pembelian BBM.

Para nelayan ini mengaku ‘dibola-bola’. Ketika mereka mendatangi Dinas Perikanan, tetap dipersulit dan tidak bisa mendapatkan surat rekomendasi tersebut. Pihak Dinas Perikanan dan Keluatan berdalih, tak berani mengeluarkan rekomendasi karena tak ada dasar hukumnya-aturan hukumnya telah berubah.

“Kalau Dinas Perikanan dan Kelautan tak memberikan, lalu kemana kami mendapatkan surat rekomendasi tersebut. Kami butuh makan, dan kami ingin melaut. Jadi, kami datang ke DPRD ini menemui Wakil Ketua (Jamil Zeb Tumori, Red), untuk meminta solusi,” ujar perwakilan nelayan kepada Jamil.

Melihat persoalan pelik para nelayan tersebut, Jamil langsung pasang badan dan memberikan solusi. Menurut Jamil, sejatinya semua aturan dibuat untuk mensejahterakan masyarakat. “Apa pun yang terjadi, solusi harus ada, jangan sampai mereka (nelayan) bertindak anarkis,” sebut Jamil.

Jamil langsung bergerak cepat. Ia memediasi perwakilan para nelayan dengan Sales Area Pertamina Sibolga-Tapteng, Helmi, dalam suatu pertemuan di ruangan Pimpinan DPRD Kota Sibolga. Berkat mediasi yang diinisiasi Jamil, akhirnya ada solusi yang melegakan para nelayan.

“Untuk sementara waktu, para nelayan tradisional bisa mendapatkan BBM Pertalite bersubsidi untuk melaut di SPBU Sibolga-Tapteng, menggunakan jerigen dengan membawa surat rekomendasi dari organisasi nelayan masing-masing,” kata Jamil.

Untuk memastikan BBM tersebut benar-benar digunakan untuk melaut, Jamil sendiri yang melakukan pegawasan langsung. “Tentunya sebagai Ketua Golkar dan Pimpinan DPRD, saya harus pasang badan memberikan solusi. Semoga ke depan tidak ada masalah lagi, dan kita yakin semua ini untuk keperluan penegakkan Kamtibmas Kota Sibolga,” tandasnya.(ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *