BI Sibolga Dukung Sistem Pembayaran Non-tunai Parkir di Bandara Silangit

oleh -1,678 views

BI Sibolga Dukung Sistem Pembayaran Non-tunai Parkir di Bandara Silangit

Sibolga – Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas sistem pembayaran mendukung penuh peresmian pengelolaan parkir dengan sistem cashless payment (pembayaran non-tunai) di Bandara Sisingamangaraja XII Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sibolga, Aswin Kosotali mengatakan, pengelolaan parkir sistem cashless payment sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan transaksi pembayaran non-tunai di tengah masyarakat.

“Selain sesuai kebutuhan masyarakat, parkir sistem cashless payment menjamin transparansi atas pendapatan parkir di lingkungan Bandara Silangit,” ucap, Kamis (10/2/2022).

Bandara sebagai pintu masuk harus menyesesuaikan dengan kebutuhan masyarakat maupun tamu yang datang. Termasuk dalam hal pembayaran parkir.

Karenanya, kata Aswin, BI berharap hal ini dapat menjadi tipping point (titik kritis) untuk wilayah Taput agar menjadi lebih digital dalam transaksi/pembayaran.

Sehingga, tercipta ekosistem pembayaran digital. Serta, terjadi percepatan dan perluasan digitalisasi daerah dalam rangka mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“BI mencatat uang elektronik (UE) terus tumbuh. Secara nominal, transaksi pada 2021 menyentuh 305,4 triliun rupiah atau tumbuh 49.1 persen (yoy). Di samping itu, secara volume transaksi, pada periode yang sama mencapai 5,4 miliar rupiah transaksi (frekuensi) atau tumbuh 17.8% (yoy). Ini menandakan transaksi UE bukan hanya bertumbuh di masyarakat. Namun, sudah menjadi kebutuhan,” ungkapnya.

Untuk mendorong peningkatan/akselerasi ekosistem pembayara digital, BI telah meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

QRIS adalah standardisasi pembayaran menggunakan metode QR Code agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

“BI bersama perbankan setempat telah melaksanakan akuisisi QRIS kepada para merchant (pedagang) di lingkungan Bandara Silangit. Akuisisi QRIS ini melengkapi akuisisi QRIS sebelumnya yang telah dilakukan BI Sibolga bersama perbankan di sektor transportasi rakyat, yaitu para komunitas pemilik becak motor (betor) di Kota Sibolga,” sebut Aswin.

Pada bulan Oktober 2021, BI Sibolga telah mendukung upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir dan perbankan setempat dalam penerapan e-retribusi wisata dan e-retribusi pasar dengan pilot project di 20 objek wisata dan satu pasar di Samosir.

Berdasarkan data cutoff (data pintas) 31 Desember 2021, jumlah merchant QRIS di wilayah Sumatera Utara (Sumut) tercatat sebanyak 610.842. Dan, khusus wilayah Taput menyentuh angka 7.755.

“Angka ini akan terus bertumbuh mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat, karena gaya hidup masyarakat saat ini berubah akibat pandemi Covid-19. Hal itu, tentunya berpengaruh pada perubahan perilaku masyarakat ketika bertransaksi, yang semula tunai mulai beralih ke non-tunai dengan memanfaatkan berbagai aplikasi pembayaran secara digital, karena metode tersebut dirasa lebih aman,” kata Aswin.

Pembayaran digital dapat menjadi alternatif sistem pembayaran yang aman dan higienis, karena dapat dilakukan secara contactless (tanpa perlu bersentuhan). Bahkan, tanpa perlu bertatap muka.

“Selain itu, transaksi juga lebih cepat dan efisien karena masyarakat dapat menggunakan aplikasi pembayaran manapun yang mereka miliki,” jelas Aswin.

Implementasi transaksi non-tunai dapat mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Hal ini dapat menjadi salah satu upaya mitigasi potential loss (mencegah potensi kehilangan). Serta, mengoptimalkan sisi penerimaan hingga meningkatkan PAD.

“Namun, untuk mencapai tujuan itu diperlukan kerja sama semua pihak baik pemerintah, BI, pelaku usaha, perbankan dan masyarakat. Kita hanya bisa melakukan sedikit jika sendiri. Tapi, kita bisa melakukan banyak hal bila bersama,” pesan Aswin.(ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *