Dorong Pulihkan Ekonomi, KPw BI Sibolga Gelar HML- TPID Di Kepulauan Nias

oleh -1,768 views
Foto: Kepala KPw BI Sumut, Soekowardojo dan Kepala KPw BI Sibolga, Aswin Kosotali menyaksikan penandatanganan ETP TP2DD 5 Kabupaten/Kota Kepulauan Nias.
Foto: Kepala KPw BI Sumut, Soekowardojo dan Kepala KPw BI Sibolga, Aswin Kosotali menyaksikan penandatanganan ETP TP2DD 5 kabupaten/kota Kepulauan Nias.

NIAS– Dorong pemulihan ekonomi di masa pandemi, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sibolga menggelar rapat koordinasi pemulihan ekonomie pasca pandemi HIGH LEVEL MEETING TPID kepulawan Nias, yang dilaksanakan Aula Kator Walikota Gunung Sitoli, Kamis (4/11/2021) pagi.

Foto: Kepala KPw BI Sumut, Soekowardojo dan Kepala KPw BI Sibolga, Aswin Kosotali menyaksikan penandatanganan ETP TP2DD 5 kabupaten/kota Kepulauan Nias.
Foto: Kepala KPw BI Sumut, Soekowardojo dan Kepala KPw BI Sibolga, Aswin Kosotali saat poto bersama usai memberikan plakat.

HLM-TPID Kepulauan Nias ini digelar untuk pertama kalinya setelah Kota Gunungsitoli ditetapkan sebagai kota inflasi sejak 2020 yang lalu.

 

 

Dalam kegiatan tersebut Kepala KPw BI Sumut Soekowardojo, Kepala KPw BI Sibolga Aswin Kosotali, Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, Wakil Bupati Nias Arota Lase; para Kepala Bappeda se Kepulauan Nias.

Acaranya dirangkai rapat koordinasi pemulihan ekonomi pasca pandemi dan penandatanganan roadmap Elektronifikasi Transaksi Pemda Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (ETP-TP2DD) 5 Kabupaten/Kota di Kepulawan Nias.

Kepala KPw BI Sumut Soekowardojo menyampaiakan, agar Kepulauan Nias bisa swasembada produk unggulan, sehingga masyarakatnya dapat hidup sejahtera.

“Agar, harga barang di Kepulauan Nias menjadi stabil dan tekanan inflasi dapat terjaga dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Divisi Implementasi KEKDA KPw BI Sumut, Poltak Sitanggang sebelumnya menyampaikan materi tentang perkembangan ekonomi dunia dan nasional pasca pandemi Covid-19.

Wakil Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, mengapresiasi gelaran yang digagas Bank Indonesia selaras dengan program pemerintah yaitu optimalisasi proses pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi.

Dirinya mengungkap, wabah Covid-19 di Kepulauan Nias tak hanya melanda manusia, tetapi juga terdampak kepada hewan peliharaan terutama babi.

“Hal itu bahkan berpengaruh terhadap inflasi di Kota Gunungsitoli. Karena banyak sekali pesta, maka kebutuhan hewan ternak babi cukup tinggi. Tak heran, jika pada Januari 2021, Kota Guningsitoli mencatat inflasi tertinggi di Indonesia,” ujarnya.

Usai acara, Kepala KPw BI Sumut, Soekowardojo dan Kepala KPw BI Sibolga, Aswin Kosotali menyerahkan simbolis Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa 2 unit hand tractor kepada perwakilan UMKM Kabupaten Nias Barat. (01.R)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *