KEPEMIMPINAN, MANAJEMEN DAN KOMUNIKASI DALAM MEWUJUDKAN KOHATI BERINTEGRITAS

oleh -2,751 views

Tapteng  – Himpunan mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pers. Sibolga Tapanuli Tengah laksanakan Pembukaan Latihan Khusus Kohati (LKK) yang dibuka di Gedung Balai Gendis Pandan. Yang dilaksanakan sektetariat gedung HMI,Jalan Paisal Tanjung, Aek Tolang, Tapteng. Sabtu (18/09/2021) pagi.

Penjelasan materi yang di sampaikan oleh Serasi Malam Sitepu, S.Pd menjelaskan, apa yang dimaksud dengan kepemimpinan? Pengertian kepemimpinan adalah sebuah kemampuan atau kekuatan di dalam diri seseorang untuk memimpin dan mempengaruhi orang lain dalam hal bekerja, dimana tujuannya adalah untuk mencapai target (goal) yang telah ditentukan. Sedangkan pengertian pemimpin adalah seseorang yang diberi kepercayaan sebagai ketua (kepala) dalam sistem di sebuah organisasi/ perusahaan. Dengan begitu, maka seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memandu dan mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang.

fungsi kepemimpinan juga berkaitan dalam mengatur hubungan antara individu atau kelompok dalam organisasi. Hal ini perlu dilakukan guna mewujudkan organisasi yang bergerak ke arah pencapaian tepat sasaran.

  • Kepemimpinan (leadership) merupakan inti  daripada  manajemen  karena kepemimpinan   merupakan    inti    daripada manajemen karena  kepemimpinan merupakan  motor  penggerak  bagi  sumber-sumber  dan  alat-alat  manusia  dan alat-alat lainnya    dalam  suatu  organisasi
  • Administrasi pun    dapat dikatakan  sebagai  fenomena  sosial karena    usia    administrasi    sama dengan   usia   peradaban   manusia karena  apabila  ada  dua  orang  yang bekerja       bersama -sama       untuk menggulingkan  sebuah  batu  yang tidak  dapat  digulingkan  hanya  oleh seorang    diantara  mereka,    maka pada saat itu administrasi telah ada.

Dengan       demikian administrasi   adalah   suatu   proses pelaksanaan          kegiatan-kegiatan tertentu yang  dimulai  sejak adanya dua  orang  yang  bersepakat  untuk bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan    tertentu pula

  1. Gaya Kepemimpinan Otokratis

Gaya kepemimpinan otokratis atau otoriter memusatkan kekuasaan penuh pada pemimpin. Biasanya, para bawahan atau anggota tidak diberikan kebebasan untuk menentukan tujuan mereka sendiri. Dalam arti, keputusan pemimpin bersifat mutlak, tidak bisa diganggu gugat, dan anggotanya tidak diberi kesempatan berpendapat.

  1. Gaya Kepemimpinan Demokratis

Dalam konsep kepemimpinan demokratis, anak buah (bawahan) mempunyai peranan penting dan dilibatkan dalam setiap keputusan. Setiap bawahan diberikan tugas dari atasan sesuai dengan kemampuan atau keahlian masing-masing.

  1. Gaya Kepemimpinan Birokrasi

pemimpin tidak hanya bertugas sebagai atasan, tapi juga harus memastikan bahwa semua aturan dipatuhi oleh karyawan.

  1. Gaya Kepemimpinan Karismatik

Seorang pemimpin karismatik memiliki rasa kepercayaan diri yang kuat, sehingga mampu memengaruhi anak buahnya. Dengan pembawaan seperti itu, pemimpin karismatik akan membuat orang kagum, yakin, dan benar-benar percaya.

  1. Gaya Kepemimpinan Inovatif

Gaya kepemimpinan inovatif lebih mengarah pada perusahaan yang memproduksi produk, layanan, dan jasa. Tipe pemimpin seperti ini akan mengarahkan setiap karyawan memiliki ide-ide segar demi kemajuan perusahaan.

  1. Gaya Kepemimpinan Partisipatif

Partisipatif merupakan gaya kepemimpinan yang mengarah pada kepercayaan dan loyalitas dari bawahan ke pemimpin.

  1. Gaya Kepemimpinan Transaksional

Gaya kepemimpinan transaksional mengutamakan berbagai kesepakatan antara pimpinan dan anggotanya. Bentuk kesepakatan tersebut berupa reward (hadiah/penghargaan) dan punishment (hukuman/sanksi). Kesepakatan ini akan ‘memancing’ semangat para anggota bekerja sebaik-baiknya untuk memperoleh penghargaan.

  1. Gaya Kepemimpinan Delegatif

Hampir mirip dengan gaya kepemimpinan demokratis, di mana seorang atasan memberi kepercayaan pada tim yang ia pimpin. Dari sini, dapat terlihat bagaimana cara pemimpin meningkatkan kerjasama antara dirinya dan anggota tim dalam menyelesaikan tugas.

  1. Gaya Kepemimpinan Situasional

gaya kepemimpinan situasional menekankan pada pengaruh lingkungan dan situasi

  1. Gaya Kepemimpinan Transformasional

Secara sederhana, kepemimpinan transformasional diartikan sebagi proses mengubah dan mentransformasikan individu menuju perubahan.

  1. Komunikasi

Seorang pemimpin harus memiliki keterampilan komunikasi yang sangat efektif, diperlukan untuk menginstruksikan anggota tim lainnya tentang peran dan tanggung jawab mereka.

  1. Kejujuran

Mampu menyampaikan pendapat jujur kepada anggota tim dan memberi tahu mereka secara lugas apa kesalahannya, adalah cara yang harus dilakukan. Ini tidak menyisakan ruang untuk salah tafsir atau kebingungan.

  1. Pengambilan keputusan

Seorang pemimpin harus dapat mengambil keputusan yang tepat dalam waktu yang singkat dan juga bertindak sesuai dengan itu.

  1. Inovasi

Seseorang juga dapat mengambil pendekatan baru atau tidak konvensional terhadap situasi apa pun dan menciptakan peluang terbaik dari

  1. Tanggung jawab

Pemimpin bertanggung jawab atas keberhasilan dan kegagalan proyek apa pun.

  1. Motivasi

Memotivasi dan mendorong produktivitas dalam kaitannya dengan hasrat dan minat dapat membawa keseluruhan perusahaan menuju kesuksesan. (ril)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *