Pacific Partnership 2026 Ditutup, Sibolga–Tapanuli Tengah Pererat Sinergi Enam Negara di Bidang Kesehatan, Kemanusiaan, dan Penanggulangan Bencana

oleh -16 views

Keterangan Foto:Wakil Kepala Pusat Kesehatan (Wakapuskes) TNI Laksma TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi selaku Inspektur Upacara memimpin penutupan Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 di Lapangan Simare-mare, Kota Sibolga, Kamis (30/7/2026). Latihan multinasional yang berlangsung di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah ini diikuti enam negara dan menjadi momentum penguatan kerja sama internasional di bidang kesehatan, kemanusiaan, serta penanggulangan bencana.

SIBOLGA ( LN) – Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 yang digelar di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah resmi berakhir. Selama sepuluh hari pelaksanaan, 21–30 Juli 2026, latihan kemanusiaan terbesar di kawasan Indo-Pasifik ini berhasil memperkuat sinergi enam negara dalam meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan, respons kemanusiaan, kesiapsiagaan bencana, serta pelestarian lingkungan.

Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Simare-mare, Kota Sibolga, Kamis (30/7/2026), dipimpin Wakil Kepala Pusat Kesehatan (Wakapuskes) TNI Laksma TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi selaku Inspektur Upacara.

Dalam sambutan Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI yang dibacakannya, Laksma TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sibolga, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, TNI, Polri, kementerian dan lembaga, tenaga kesehatan, relawan, serta seluruh delegasi negara sahabat yang telah berkontribusi menyukseskan Pacific Partnership 2026.

Menurutnya, latihan bersama tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi internasional mampu memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi krisis kemanusiaan maupun bencana.

“Pacific Partnership merupakan wujud nyata diplomasi kemanusiaan. Melalui latihan bersama ini, seluruh peserta saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan kemampuan sehingga kapasitas penanganan krisis dapat terus meningkat. Hubungan baik yang telah terjalin selama kegiatan ini diharapkan terus berkembang menjadi kemitraan yang semakin kuat, produktif, dan saling menguntungkan,” ujar Laksma TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi.

Ia menegaskan, keberhasilan Pacific Partnership 2026 tidak hanya diukur dari suksesnya pelaksanaan latihan, tetapi juga dari terbangunnya interoperabilitas, kepercayaan, dan persahabatan antarnegara dalam menghadapi tantangan kemanusiaan di masa depan.

Latihan yang mengusung tema “Strengthening Partnership, Collaboration, and Interoperability for Crisis Response” ini melibatkan Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, dan Singapura.

Selama pelaksanaannya, berbagai kegiatan berhasil direalisasikan, mulai dari pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Subject Matter Expert Exchange (SMEE), peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, pelatihan Hospital Disaster Plan (HDP), simulasi penanggulangan bencana lintas instansi, pelayanan kesehatan hewan, pembangunan dan renovasi fasilitas umum, hingga edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Selain memperkuat sektor kesehatan dan kebencanaan, Pacific Partnership 2026 juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui penanaman mangrove di kawasan Muara Siput, Desa Labuhan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia.

Menurut Wakapuskes TNI, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung upaya mitigasi bencana berbasis ekosistem.

“Pelestarian lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pengurangan risiko bencana. Penanaman mangrove ini adalah investasi jangka panjang untuk melindungi kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andhinanta selaku Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas) Pacific Partnership 2026 Wilayah Sibolga–Tapanuli Tengah melaporkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan seluruh sasaran latihan berhasil dicapai sesuai rencana.

“Keberhasilan Pacific Partnership 2026 merupakan hasil sinergi seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, kementerian dan lembaga, instansi terkait, relawan, hingga delegasi negara-negara sahabat. Kolaborasi ini membuktikan bahwa kerja sama internasional mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi darurat,” ujar Letkol Laut (P) Haka Andhinanta.

Sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh mitra yang mendukung pelaksanaan latihan, Inspektur Upacara menyerahkan plakat penghargaan kepada BPBD Kota Sibolga, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sibolga, Basarnas, RSUD Dr. Ferdinand Lumban Tobing Sibolga, dan RSUD Pandan.

Prosesi penutupan berlangsung khidmat namun penuh kehangatan. Penampilan tari persembahan dari Sanggar CDC yang dilanjutkan dengan tari bersama seluruh peserta menjadi simbol persahabatan, kebersamaan, dan eratnya hubungan antarbangsa yang terjalin selama pelaksanaan Pacific Partnership 2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut Mission Commander Pacific Partnership 2026 U.S. Navy Captain Robert Reyes, Dansatgas Pacific Partnership 2026 Kolonel Laut (K) dr. Hisnindarsyah, S.E., M.Kes., M.H., Wali Kota Sibolga H. Ahmad Syukri Nazry Penarik, Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba Lumban Tobing, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi, unsur Forkopimda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, pimpinan OPD, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, para camat dan lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta delegasi dari enam negara peserta.

Keberhasilan penyelenggaraan Pacific Partnership 2026 di Sibolga dan Tapanuli Tengah menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang kesehatan, kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan pelestarian lingkungan. Lebih dari sekadar latihan bersama, Pacific Partnership telah meninggalkan warisan berupa peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan jejaring antarlembaga, serta persahabatan antarbangsa yang diharapkan terus berlanjut demi mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *