
Keterangan Foto : Saat Poto bersama.

Barus (LN)– Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Barus, di bawah Yayasan Maju Tapian Nauli, memberikan pembekalan kepada mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025. Pembekalan tersebut menekankan pentingnya KKN sebagai puncak proses akademik yang tidak hanya bernilai teoritis, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Prof. Rusmin Tumanggor selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh mahasiswa harus mampu diimplementasikan untuk kepentingan umat. “Ilmu itu tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi harus bermanfaat bagi orang banyak,” ujarnya.
Senada, Dr. Fahriany, Wakil Ketua II Bidang Administrasi dan Keuangan, mengingatkan mahasiswa agar menjaga etika, menjalin komunikasi baik dengan masyarakat, serta menumbuhkan semangat kolaborasi. Sementara itu, Ikbal Husni, Ketua Prodi Sejarah Peradaban Islam, mendorong mahasiswa menggunakan perspektif sejarah dan budaya dalam membangun relasi dengan masyarakat.
Muhamad Burhanuddin, M.A., Ketua Prodi Studi Agama-Agama, menekankan pentingnya toleransi, keberagaman, dan semangat gotong royong dalam setiap langkah pengabdian mahasiswa.
Setelah mendapat pembekalan, mahasiswa STAI Barus resmi diserahkan ke tiga lokasi pengabdian, yakni Desa Ujung Batu, Desa Kinali, dan Desa Sitiro-tiris. Kegiatan KKN akan berlangsung mulai 12 Agustus hingga 25 September 2025.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat. KKN juga menjadi sarana memperkuat peran kampus dalam pengabdian kepada masyarakat, sesuai dengan nilai tridharma perguruan tinggi.(red)









