
Keterangan Foto:Tiga siswi SMA Negeri 1 Sibolga yang lolos program YES 2025 berpose bersama guru pembimbing dan kepala sekolah setelah pengumuman resmi dari Bina Antarbudaya.

Sibolga (LN) – Dunia pendidikan Kota Sibolga kembali mencetak prestasi yang patut dibanggakan. Tiga siswi dari SMA Negeri 1 Sibolga resmi dinyatakan lolos sebagai finalis program beasiswa penuh pertukaran pelajar internasional Kennedy Lugar Youth Exchange and Study (YES) dan AFS Year Program Tahun 2025. Mereka akan menjalani pendidikan selama satu tahun penuh di luar negeri, yakni di Amerika Serikat dan Kanada.
Menariknya, salah satu dari mereka, Violetha Agryka Sianturi, menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang diterima untuk belajar ke Kanada dalam program AFS Year Program tahun ini. Sebuah pencapaian yang sangat langka dan mengharumkan nama Sekolah, Kota Sibolga, bahkan Indonesia di kancah global.
Ketiga siswi berprestasi ini berhasil melewati proses seleksi ketat yang dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya, mitra dari organisasi pertukaran internasional AFS Intercultural Programs yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia. Program YES dibiayai langsung oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan telah mengirim ribuan pelajar dari berbagai Negara ke Amerika Serikat sejak Tahun 2003.
Berikut profil singkat para siswi inspiratif tersebut:
- Elisabeth Naulita Tambubolon
- Kelas: 12 IPS 7, SMA Negeri 1 Sibolga
- Sekolah Tujuan: Silver Creek Senior High School, New York, Amerika Serikat
- Khumaira Hidayanti Putri Pasaribu
- Kelas: 11 IPA 1, SMA Negeri 1 Sibolga
- Sekolah Tujuan: Dallas High School, Amerika Serikat
- Violetha Agryka Sianturi
- Kelas: 12-1, SMA Negeri 1 Sibolga
- Negara Tujuan: Kanada (Ontario)
- Catatan: Satu-satunya siswa dari Indonesia yang diterima di Kanada tahun ini. Violetha dikenal aktif di kegiatan sosial, public speaking, dan kepemimpinan siswa.

Program YES dan AFS Year Program: Lebih dari Sekadar Sekolah di Luar Negeri, Program YES tidak hanya memberikan pengalaman belajar di sekolah luar negeri, tetapi juga kesempatan hidup bersama keluarga angkat (host family), mengikuti kegiatan komunitas, dan menjadi duta budaya Indonesia di negara tujuan. Para peserta akan didorong untuk aktif dalam kegiatan kepemudaan, sosial, dan diplomasi budaya selama satu tahun penuh.
Melalui program ini, peserta diharapkan tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang mandiri, terbuka, toleran, serta mampu berpikir kritis dan menyampaikan gagasan secara global.
Ini Bukti SMA Negeri 1 Sibolga Siap Bersaing Global, Kepala SMA Negeri 1 Sibolga, Muhammad Ali, S.Pd., M.M, mengungkapkan rasa bangga dan haru atas pencapaian tiga siswinya. Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti bahwa pelajar dari kota kecil seperti Sibolga juga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
“Kami bangga sekali. Ini membuktikan bahwa SMA Negeri 1 Sibolga tidak kalah dari sekolah-sekolah besar di Kota -Kota lain. Semoga prestasi ini menginspirasi adik-adik kelas mereka untuk terus bermimpi dan berusaha,” ujar Muhammad Ali. Senin (28/07/2025) di rungan kerjanya.
Ia juga memberi apresiasi khusus kepada Violetha, yang menjadi satu-satunya siswa Indonesia yang diterima di Kanada tahun ini.
“Ini luar biasa. Kanada dikenal sangat selektif dalam program ini. Dan yang diterima justru siswa dari Sibolga. Kami bersyukur dan akan terus mendukung penuh,” tambahnya.
Ketiga siswi mengaku bahwa dukungan dari guru, keluarga, dan lingkungan sekolah berperan besar dalam proses seleksi yang panjang. Mulai dari seleksi administrasi, wawancara, tes bahasa Inggris, hingga proses matching oleh organisasi internasional dilakukan selama berbulan-bulan.
“Sempat tidak percaya bisa lolos sampai tahap ini. Tapi saya terus berusaha dan percaya diri. Terima kasih kepada guru-guru dan orang tua saya yang terus mendukung,” ujar Elisabeth.
Sementara itu, Khumaira mengaku sudah sejak SMP bercita-cita mengikuti program pertukaran pelajar.
“Saya ingin belajar budaya baru, menambah pengalaman, dan mengenalkan Indonesia di mata dunia. Ini mimpi yang jadi nyata,” ucapnya.
Program YES dan AFS Year Program dijalankan oleh Bina Antarbudaya, satu-satunya mitra resmi AFS Intercultural Programs di Indonesia, yang juga bekerja sama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Seluruh peserta YES mengikuti program secara gratis (beasiswa penuh), termasuk tiket pesawat, biaya sekolah, asuransi, tempat tinggal, serta uang saku.
Selama program, siswa juga dibekali pelatihan budaya, leadership, dan pelaporan berkala. Setelah kembali ke Indonesia, alumni YES akan menjadi bagian dari jaringan relawan dan komunitas global yang berkontribusi untuk kemajuan sosial di dalam Negeri.
Dengan keberangkatan mereka yang dijadwalkan dalam beberapa minggu ke depan, seluruh civitas SMA Negeri 1 Sibolga, Pemerintah Kota Sibolga dan Tapanuli tengah terkhusus Cabang Dinas Dendidikan Sibolga – Tapteng, serta masyarakat luas menyampaikan doa dan harapan terbaik.
“Kami yakin mereka akan membawa nama baik sekolah, keluarga, dan Indonesia. Semoga mereka pulang dengan ilmu, pengalaman, dan semangat baru untuk membangun bangsa,” tutup Kepala Sekolah.
Selamat kepada Elisabeth, Khumaira, dan Violetha. Kalian adalah inspirasi! Teruslah belajar, berbagi, dan menjadi jembatan antarbangsa melalui pendidikan dan semangat muda.(red)










